PRODUKSI FONOLOGIS ANAK DOWN SYNDROME USIA 10—12 TAHUN BERDASARKAN TINGKAT KECERDASAN DAN MASA TERAPI

  • Elva Febriana

Abstract

Bahasa bukan hanya bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap, melainkan bunyi yang bermakna dan memiliki struktur tertentu. Sementara itu, produksi fonologis merupakan proses menghasilkan bunyi yang tercipta dari getaran di alat ucap karena adanya energi yang bekerja. Getaran ini disadari dengan bunyi apabila getaran itu cukup kuat dan dihantarkan ke alat dengar oleh udara sekitar. Agar getaran ini memiliki berarti dan berstruktur, maka diperlukan alat ucap dan akal pikiran untuk memproduksi bahasa. Dalam penelitian ini, dipilih subjek anak anak down syndrome tipe trysomi 21 yang merupakan suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan abnormalitas perkembangan kromosom nomor 21. Anak down syndrome memerlukan perawatan khusus berupa terapi untuk mendidiknya agar mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Terapi merupakan perlakuan-perlakuan untuk mengurangi atau menghilangkan gejala-gejala gangguan psikologis maupun fisik agar tubuh dan jiwa bisa bekerja dengan maksimal. Rumusan masalah penelitian ini yang pertama adalah bagaimana produksi fon anak down syndrome usia 10—12 tahun berdasarkan tingkat kecerdasan dan masa terapi? Rumusan masalah yang kedua adalah penyimpangan fonologis anak down syndrome usia 10—12 tahun berdasarkan tingkat kecerdasan dan masa terapi. Sementara itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan, sesuai dengan pembahasan yang berdasar pada rumusan masalah. Penelitian yang akan menghasilkan analisis berupa deskripsi produksi fonem dan penyimpangannya pada anak down syndrome ini secara teoretis diharapkan memberikan sumbangan pemikiran ilmiah bagi Linguistik, khususnya pada bidang Fonologi. Sementara itu, manfaat Praktis studi kasus ini diharapkan dapat dijadikan landasan untuk memperbaiki dan mempermudah pengujaran atau proses pelatihan ujaran serta pemulihan fonologis bagi anak down syndrome. Bermanfaat bagi orang tua dan terapis down syndrome terkait produksi fonologis anak down syndrome. Memberikan masukan bagi guru terapi ujaran dalam menangani kasus anak down syndrome, khususnya dalam kegiatan speech therapy sehinggga anak-anak tersebut dapat meningkatkan komunikasi verbalnya. Bermanfaat dalam kaitannya dengan dunia pendidikan, sehingga mampu memperkenalkan dan mengajarkan anak down syndrome agar bisa memproduksi fon lebih baik. Bermanfaat sebagai bahan acuan untuk penelitian selanjutnya yang ingin mengembangkan penelitian di bidang produksi fonologis. Penelitian dengan judul “Produksi Fonologis Anak Down Syndrome usia 10—12 Tahun Berdasarkan Tingkat Kecerdasan dan Masa Terapi†ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang berkaitan dengan data yang tidak berupa angka tetapi berupa kualitas bentuk-bentuk variabel yang berwujud tuturan sehingga data yang dihasilkan berupa kata-kata tertulis atau lisan tentang sifat-sifat individu, keadaan, gejala, dari kelompok tertentu yang diamati. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan data penelitian berupa produksi bahasa lisan anak down syndrome. Data penelitian ini terbagi menjadi beberapa bagian yakni produksi fon dan penyimpangan fonologis. Produksi fon dan penyimpangan fonologis diambil dari ujaran subjek. Pengambilan data dilakukan sampai data yang dibutuhkan sudah terpenuhi atau selama satu bulan. Pengambilan data dilakukan mulai 20 Mei 2015 sampai dengan 30 September 2015 atau sampai data yang dibutuhkan sudah terpenuhi. Hasil penelitian ini adalah terapi berdampak positif dalam produksi fonologis dan peminimalisasi penyimpangan fonologis anak down syndrome. Hal tersebut tampak pada perbandingan kelompok subjek down syndome yang menjalani masa terapi 1—3 tahun dengan 4—6 tahun. Anak yang menjalani masa terapi selama 4—6 tahun lebih banyak memproduksi fon dibanding anak yang hanya menjalani masa terapi 1—3 tahun. Tingkat kecerdasan juga berpengaruh dalam produksi fonologis dan penyimpangan fonologis anak down syndrome. Semakin tinggi tingkat kecerdasan, tingkat keberhasilan produksi fon semakin tinggi dan tingkat penyimpangan fonologis semakin rendah. Semakin rendah tingkat kecerdasan dan semakin singkat masa terapi, tingkat keberhasilan produksi fon dan penyimpangan fonologis yang terjadi akan semakin rendah. Jadi, banyak atau sedikitnya fon yang diproduksi serta penyimpangan fonologis, bergantung pada tingkat kecerdasan dan masa terapi. Kata Kunci: produksi fonologis, down syndrome, masa terapi, tingkat kecerdasan
Published
2017-07-10