NUANSA GENDHING DAN STRUKTUR PENCERITAAN WAYANG KULIT JAWA TIMURAN

  • PANA PRAMULIA Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Abstract

Wayang kulit Jawa Timuran merupakan seni pedalangan yang berasal dari Jawa Timur. Sub-Kultur Jawa Timur atau residu Brang Wetan meliputi Mojokertoan, Porongan, Malangan, dan Pesisiran. Ciri khas wayang kulit Jawa Timuran diantaranya terdapat pada olah gamelan dan struktur penceritaan. Gamelan dapat diperhatikan dari pukulan kendang yang khas seperti dalam tari remo dan Ludruk. Bahkan, tari Remo dipentaskan untuk membuka pergelaran wayang kulit Jawa Timuran. Fungsi tari remo sebagai conditioning atau untuk mengundang penonton hadir di pergelaran wayang kulit. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa kedudukan tari remo begitu penting dalam masyarakat Jawa Timuran. Di sisi lain, gendhing-gendhing yang digunakan memiliki nuansa tersendiri. Masyarakat yang bukan dalam wilayah Brang Wetan, akan merasa aneh mendengarkan gendhing-gendhing Jawa Timuran. Hal tersebut disebabkan, masyarakat di luar wilayah Brang Wetan tidak memahami konvensi naratif wayang kulit Jawa Timuran. Sedangkan struktur penceritaan berkaitan dengan pengadeganan, dimana struktur penceritaan wayang kulit Jawa Timuran mengalir mengikuti alur cerita. Maksudnya, jalinan antar adegan atau cerita tidak dipisah-pisahkan secara tegas, tetapi mengalir mengikuti narasi. Narasi yang dibangun dalang berfungsi sebagai pembentuk karakter cerita. Dua ciri khas dari wayang kulit Jawa Timuran tersebut menjadi identitas masyarakat Jawa Timur. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nuansa gendhing dalam wayang kulit Jawa Timuran dan struktur penceritaan wayang kulit Jawa Timuran. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik gendhing-gendhing dan struktur penceritaan pergelaran wayang kulit Jawa Timuran. Metode penelitian menggunakan metode etnografi dan hermeneutik.

Author Biography

PANA PRAMULIA, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Dosen

References

Basuki, Ribut. 2010. Identitas Arek dalam Teks Naratif Wayang Kulit Jawa Timuran: Konstruksi dan Dekonstruksi Masyarakat Jawa. Jakarta: Universitas Indonesia.

Kayam, Umar. 2001. Kelir Tanpa Batas. Yogyakarta: Gama Media.

Laksono, Kisyani. 2004. Bahasa Jawa di Jawa Timur Bagian Utara dan Blambangan: Kajian Dialektologi. Jakarta: Pusat Bahasa.

Live-Strauss, Claude. 2013. Antropologi Struktural. Cetakan keempat. Cetakan pertama tahun 2005. Penerjemah: Ninik Rochani Sjam. Bantul: Kreasi Wacana.

Pramulia, Pana. 2017. Sanggit: Filososfi Pergelaran Wayang Kulit. Lamongan: Pagan Press.

Purwadi. 2009. Pengkajian Sastra Jawa. Yogyakarta: Pura Pustaka.

Soedarsono. R.M. 1999. Metodologi Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia dan Ford Foundation.

Soetarno. 2002. Pakeliran Pujosumarto, Nartosabdo, dan Pakeliran Dekade 1996 - 2001. Surakarta: STSI Press.

Sujamto. 1995. Wayang dan Budaya Jawa. Cetakan Ketiga. Cetakan Pertama Tahun 1992. Semarang: Dahara Prize.

Supriyanto, Henricus. 2001. Pandawa Bermain Dadu: Analisis Naratif, Makna Simbol, dan Fungsi Cerita Wayang Malangan. Tesis. Denpasar: Universitas Udayana.

Published
2017-07-18