Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Kualitas Hidup Penderita Stroke

  • sri wahyuni Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Abstract

Stroke atau gangguan peredaran darah otak (GDPO) merupakan penyakit neuorologik yang sering dijumpai di negara–negara maju maupun berkembang. Analisis diskriptif digunakan untuk mengetahui karakteristik pasien stroke dilihat dari kualitas hidupnya, sedangkan regresi logistik dikotomus digunakan untuk mengetahui faktor terapi yang berpengaruh terhadap kualitas hidup penderita stroke.Dalam analisis deskriptif disimpulkan bahwa dari 151 penderita stroke yang diambil pada bulan Januari sampai dengan Juni tahun 2006 menunjukkan bahwa ada 92 orang (60,9%) yang kualitas hidupnya meningkat dari keadaan awal. Sedangkan sisanya 59 orang (39,1%) kualitas hidupnya tetap seperti keadaan awal masuk rumah sakit. Kondisi penderita stroke ditinjau dari masalah yang berhubungan dengan terapi obat–obatan menunjukkan bahwa 16 orang (10,6%) mengalami masalah ketidaktepatan obat, 31 orang (20,5%) mendapatkan ketidaktepatan saat pemberian obat, lama pemberian obat yang tidak tepat sebanyak 31 orang (20,5%), 29 orang (19,2%) yang gagal mendapatkan obat, hanya ada 4 orang (2,6%) yang mengalami interaksi obat, 35 orang (23,2%) yang menggunakan tidak sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Dengan mengunakan analisis regresi logistik terdapat 4 variabel yang berpengaruh terhadap usaha peningkatan kualitas hidup penderita stroke.

Published
2018-01-10
Section
Artikel