KEPERAGAAN DALAM MENGATASI ANAK LAMBAN MEMAHAMI PELAJARAN

 Abstract views: 269 ,  downloads: 490
  • Sambira Mambela Program Studi Pendidikan Khusus Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Abstract

Kapasitas anak dalam belajar di sekolah berbeda-beda atau bervariasi, kemampuan untuk memahami pelajaranpun berbeda antara anak yang satu dengan yang lain. Dapat dipastikan bahwa dalam suatu kelas akan ditemukan anak yang cepat, biasa, dan lambat dalam memahami pelajaran. Sering terjadi, guru memilih dan menerapkan pendekatan, metode dan strategi pembelajaran yang sama pada anak yang cepat, biasa, dan lambat memahami pelajaran, bahkan pencapaian tujuan dan kemajuan belajar hanya didasarkan pada kemampuan dan kemajuan belajar anak yang cepat memahami pelajaran. Akhirnya anak yang lambat dalam memahami pelajaran akan sulit mengimbangi kemampuan belajar anak yang cerdas dan cepat dalam belajar. Anak yang cerdas dan cepat memahami pelajaran saja yang selalu menapat nilai yang tinggi, nilai anak yang lambat memahami pelajaran selalu rendah dan bahkan di beri label bodoh. Bagaimana cara Mengatasi Anak yang lambat memahami dan atau lambat mencapai tujuan pembelajaran ? Salah satu yang dapat dilakukan guru adalah membelajarkan mereka (anak lambat belajar) dengan prinsip dan metode keperagaan, artinya dengan prinsip ini guru dalam mengajar terutama tentang hal-hal yang verbal atau abstrak guru selalu berusaha mengkonkritkan dengan peragaan-peragaan. Dengan demikian anak akan terbantu, dengan kata lain alat peraga akan membantu anak lamban belajar untuk mengatasi kesalahpahaman dan kesalahan dalam menangkap penjelasan lisan/verbal.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Sambira Mambela, Program Studi Pendidikan Khusus Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Dosen

References

Depdiknas. 2007. Pedoman Khusus Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif (Manajemen Sekolah Penyelenggara

Pendidikan Inklusif). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Sekolah Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa.

Hopkins, Bill. (2008). The Child Who is a Slow Learner. Teachers Resource Manual. Cortland: State University of New York.

J. David Smith. 2006. Inklusi, Sekolah Ramah Untuk Semua. Penerjemah; Denis, Ny. Enrica. Nuansa. Jakarta.

Krishnakumar, P. et. al. 2006. Effectiveness of Individualized Education Program for Slow Learners. Indian Journal of Pediatrics Volume 73 February 2006.Hlm. 135-137.

Norris G. Haring, Exceptio nal Children and Youth, An Introduction to Special Education, Charles E. Merril Publishing Company.Purwatiningtyas,

Maylina. 2014. Strategi Pembelajaran Anak (slow leaner) di Sekolah Inklusi;

Reddy,G. Lokanadha, R. Ramar, dan Kusuma. 2006. Slow Leaners: Their Psycholoy and Instruction. New Delhi: Discovery Publishing House.

Sumadi HS. Ortodidaktik. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Sutratinah Tirtonegoro. Anak Supernormal dan Program Pendidikannya. Yogyakarta: Bumi Aksara. Cetakan kedua 2001.

Wena, Made. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontenmporer. Jakarta: Bumi Aksara.

Published
2018-10-26
How to Cite
Mambela, S. (2018). KEPERAGAAN DALAM MENGATASI ANAK LAMBAN MEMAHAMI PELAJARAN. Buana Pendidikan: Jurnal Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 14(26), 158 - 166. https://doi.org/10.36456/bp.vol14.no26.a1681

Most read articles by the same author(s)