Aksesbilitas Pusat-Pusat Kegiatan Di Yogyakarta Terhadap Bandara Adisujipto

 Abstract views: 191 ,  downloads: 145
  • Solikhah Retno Hidayati Hidayati
  • Iwan Aminto Ardi Institut Teknologi Nasional Yogyakarta
Keywords: Aksesbilitas, Bandara, Pusat Kegiatan

Abstract

Abstrak

Bandara merupakan salah satu pintu masuk manusia sebagai pelaku kegiatan, serta barang dan jasa yang akan didistribusikan ke seluruh pusat-pusat kegiatan di suatu wilayah. Aksesibilitas antara pusat kegiatan dengan bandara merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran aktivitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesibilitsa pusat-pusat kegiatan di DIY terhadap Bandara Adisutjipto. Aksesibilitas adalah pencapaian dari pusat-pusat kegiatan terhadap Bandara Adisutjipto. Pusat kegiatan yang dipilih adalah pusat kegiatan wilayah (PKW) di DIY, yaitu sejumlah 13 (tigabelas) pusat kegiatan. Me ode yang digunakan dalam panellation ini adalah metode analysis qualitative. Aksesibilitas diukur menggunakan variabel mobilitas dan pencapaian  dengan menggunakan moda angkutan taksi online, berdasarkan pertimbangan bahwa taksi online adalah kendaraan yang paling banyak digunakan oleh penumpang bandara Adisujipto ke seluruh wilayah DIY. Variabel mobilitas meliputi 4 (empat) indikator, aitu ketersediaan, kecepatan, frekuensi, dan biaya. Variabel pencapaian memiliki dua indikator, yaitu jarak dan kepadatan bangunan. Metode analysis yang digunakan adalah analysis pengelompokan menggunakan alat analysis cluster. Aksesibilitas diklasifikan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pusat kegiatan yang memiliki aksesibilitas tinggi dan rendah. Hasil analysis menunjukkan bahwa dare 10 dari 13 pusat kegiatan masuk dalam kelompok dengan aksesibilitas tinggi, yaitu Sleman, Bantul, Mlati, Ngaglik, Kasihan, Sewon, Banguntapan, Godean, Piyungan, dan Prambanan. Pusat kegiatan dengan aksebilitas rendah Adalah Wates, Wonosari, dan Srandakan. Jarak dan biaya memiliki signifikani 0,000, yang berarti bahwa kedua indikator ini memberikan perbedaan yang nyata pada pengelompokan aksesibilitas

 

Kata Kunci:  Aksesibilitas, Bandara, Pusat kegiatan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anonim. (2009). Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DIY Tahun 2009-2029. Diakses di Bappeda Provinsi DIY.

Anonim. (2012). Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kulonprogo Tahun 2012-2032. Diakses di Bappeda Kabupaten Kulonprogo.

Anonim. (2016). Tataran Transportasi Wilayah DIY Tahun 2016. Retrieved from Departemen Perhubungan Provinsi DIY.

Adamski, Andrzej. (2018). Intelligent Integrated Transportation Systems.Proceding of 9-th Meeting of the EURO WG on Transportation Intermodality, Sustainability and ITS. Retrieved from dalam https://www.researchgate.net/publication/274309180_Intelligent_Integrated_Transportation_Systems.

Duthie, Jennifer.,Kara Kockelman.,Varun Valsaraj & Bin (Brenda) Zhou. (2007), Applications Of Integrated Models Of Land Use And Transport: A Comparison Of Itlup And Urbansim Land Use Models. The 54th Annual North American Meetings of the Regional Science Association International in Savannah, Georgia. Retrieved fromhttps://www.researchgate.net/publication/274309180_Intelligent_Integrated_Transportation_Systems.

Nugraha, Ahmad. (2014). Analisis Perencanaan Angkutan Umum Dari Kota Yogyakarta Menuju Bandara Baru Kulon Progo Menggunakan Shuttle Bus (Tesis). Retrieved from di perpustakaan UGM, Yogkarta.

Omar, Mahfixbin. (2006), Managing the Kuala Lumpur Road Network with the Integrated Transport Information System. International Seminar On Intelligent Transport Systems (ITS) In Road Network Operations, Kuala Lumpur, Malaysia. Retrieved from https://www.piarc.org/ressources/documents/1122,TS31-Omar.pdf.

Published
2020-09-22