HUBUNGAN INTERNASIONAL KUNG INDONESIA ( KONSEP PERDAGANGAN SISTEM BARTER DI SELAT MALAKA DAN PEMBERIAN NAMA NUSANTARA - INDONESIA)

 Abstract views: 254 ,  downloads: 307
  • Bernadetta Lestari

Abstract

Hubungan Internasional kuno di Indonesia berlangsung sejak abad ke tuju, di mana mulai dikenalnya angina muson barat dan Angin muson timur sebagai sarana pelayaran. Sejak itu pula Selat malaka menjadi urat nadi perdagangan samudra, merupakan pertemuan pedagang dari China, India(Gujarat) dan Indonesia. Adapun barang-barang komuditi adalah; Sutera halus, kulit mans, Kulit binatang berbulu, buah persik dan Abrikos (dua jenis buah asli Cina)dari Cina, ; keramik asli eropa, barang-barang dari gelas, Permata, gading, Kuda, kain¬kain dari wol halus dan Linendari Eropa, sedan dari Indonesia : Rempah-rempah, Kayu cendana, Emas, perak, Binatang buas (Harimau), jenis binatang yang Indah(Ayam Merak, burung Cenderawasih), gading, cula dan lain-lain. Adapun perdagangan berlsangsung secara Barter, dan pelaksanaannyc hanya berdasarkan Mufakat diantara pars pedagang. Walau demikian keramaian selat malaka mengalami pasang surut, seperti pada zaman kekaisaran Mongul, malaka sepi. Adapun perjanjian dagang yang terbentuk ataralain ; Pax Romana dan Pak Sinika, Pax Mongolica, "mitreka satata". Walau perjanjiannya sebatas jaminan keamanan dalam perjlanan dagang. Perdagangan ini melibatkan banyak kerajaan diantaranya ; Gujarat India, Cina dan kerajaan Tarumanegara dan majapahit.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-01-11
How to Cite
Lestari, B. (2018). HUBUNGAN INTERNASIONAL KUNG INDONESIA ( KONSEP PERDAGANGAN SISTEM BARTER DI SELAT MALAKA DAN PEMBERIAN NAMA NUSANTARA - INDONESIA). Majalah Ekonomi, 14(1). Retrieved from http://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/majalah_ekonomi/article/view/1373
Section
Artikel