Efektifitas Role Playing Dalam Meningkatkan Perilaku Prososial Anak Dengan Hambatan Sosial Emosi

 Abstract views: 66 ,  downloads: 17
  • Mirnawati Pendidikan Khusus - Universitas Lambung Mangkurat
Keywords: Tunalaras, Sekolah Inklusi, Perilaku Prososial, Role Playing

Abstract

Anak dengan gangguan sosial emosi (tunalaras) mengalami permasalahan untuk berinteraksi sosial terhadap lingkungannya, tapi bukan berarti mereka tida mampu melakuan hubungan sosial dengan orang lain. Penelitian ini dilakukan terhadap gangguan social emosional yang masih memiliki emosi yang belum stabil sehingga mudah sekali tersulut amarahnya hanya karena hal-hal kecil saja namun ia mampu berhubungan soaial dan keterikatan satu sama lain. penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku prososial anak tunalaras melalui kegiatan bermain peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian subjek tunggal (SSR). Desain dalam penelitian ini adalah A-B-A. Subjek dalam penelitian ini adalah anak gangguan sosial emosi berumur 13 tahun yang duduk di kelas III SDN Inklusif Benua Anyar 4 Banjarmasin. Sistem pencatatan data menggunakan observasi langsung atau pencatatan kejadian terhadap kejadian atau perilaku yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis visual dalam kondisi dan analisis visual antar kondisi. Hasil penelitian menunjukan mean level Kemampuan perilaku prososial anak pada baseline 1 (A1) adalah 5 (lima), fase intervensi (B) adalah 14 (empat belas), dan pada fase baseline 2 (A2) adalah 9 (sembilan), dapat terlihat dari mean level ada peningkatan terhadap perilaku prososial anak dengan gangguan sosial emosi melalui kegiatan bermain peran di SDN Inklusif Benua Anyar 4 Banjarmasin.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asih & Pratiwi. (2010). Perilaku Prososial ditinjau dari empati dan Kematangan Emosi. Jurnal Psikologi

Baumeister, R. F., & Bushman, B. J. (2008). Social psychology & human nature. Belmont, CA: Thomson Higher Education.

Elyana. (2016). Pengaru Penggunaan Metode Bermain Peran Makro terhadap Perilaku Prososial Anak Usia 5-6 Tahun di TK Kesuma Segalamider Tanjung Karang Barat Tahun Ajaran 201/2016. 29-31.

Hidayat, Wawan. (2013). Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Tunalaras Peserta Didik Berkebutuhan Khusus dengan Hmbatan Perilaku Emosi dan Sosial. Jakarta Timur: PT. Luxima Metro Media.

Inten, D. N. (2017). Pengembangan Keterampilan Berkomunikasi Anak Usia Dini Melalui Metode Bermain Peran. Mediator: Jurnal Komunikasi, 10(1), 109–120.

Irvan, M., & Jauhari, M. N. (n.d.). Early Intervention For Children With Autism Spectrum Disorder Using Planning Matrix.

Siska, Y. (2011). Penerapan Metode Bermain Peran (Role Playying) Dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Dan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini. Edisi Khusus, (2), 31–37.

Sugianto. (2015). Pengauh Pola asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Prososial Siswa Kelas V SD Segugus Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo Tahun Ajaran 2014/2015. 28, 35-40.

Sumarna, Taska. (2013). Bina Pribadi & Sosial Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta Timur: PT. Luxima Metro Media.

Triardhila, W. K.N. 2013. Pengaruh metode bermain peran terhadap peningkatan perilaku prososial anak TK A LAB. UM Kota Blitar. Artikel. Universitas Negeri Malang

Wicaksono, G., & Naqiyah, N. (2013). Penerapan Teknik Bermain Peran Dalam Komunikasi Interpersonal Siswa. Journal Mahasiswa Bimbingan Konseling, 1, 61–78

Published
2020-04-29
How to Cite
Mirnawati. (2020). Efektifitas Role Playing Dalam Meningkatkan Perilaku Prososial Anak Dengan Hambatan Sosial Emosi. SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, 1(1), 18-24. https://doi.org/10.36456/special.vol1.no1.a2169