Masyarakat Disabilitas Dalam Peradaban Jawa

 Abstract views: 71 ,  downloads: 76
  • Pana Pramulia Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Keywords: Disabilitas, Panakawan, Peradaban Jawa, Wayang Kulit

Abstract

Setiap manusia mempunyai hak yang sama, baik di dalam menjalani kehidupan maupun kesempatan. Dalam kehidupan bermasyarakat tidak menutup kemungkinan terdapat orang-orang berkebutuhan khusus (disabilitas). Mereka mempunyai hak yang sama dengan anggota masyarakat lainnya, bahkan butuh perhatian dan perlindungan yang lebih. Orang-orang yang berkecimpung, baik sebagai pemerhati maupun peneliti orang-orang disabilitas seringkali menyatakan bahwa keberadaan orang-orang disabilitas harus diperhatikan. Alasannya tidak lain tentang kemanusiaan, di mana mereka berhak memiliki kehidupan yang sama seperti manusia lainnya. Apabila semua lapisan masyarakat dan juga pemerintah memperhatikan dan melaksanakan kepedulian terhadap anak disabilitas, maka hal tersebut mencerminkan Pancasila sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Padahal dalam peradaban Jawa orang-orang disabilitas penting kedudukannya. Bahkan, orang-orang disabilitas dibutuhkan masyarakat normal untuk pembelajaran hidup. Dalam banyak cerita Jawa, tokoh-tokoh sentral membutuhkan keberadaan orang-orang tersebut untuk menjalani hidup yang lebih mapan. Salah satu contoh, dalam pergelaran wayang kulit terdapat tokoh Panakawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong) yang menjadi abdi (pamomong) tokoh-tokoh sentral. Panakawan tidak hanya sebagai abdi, tetapi secara hakikat mereka merupakan penasihat spiritual. Berdasarkan hal tersebut, kiranya cerita-cerita orang-orang disabilitas dalam peradaban Jawa dapat dijadikan pijakan untuk lebih memperhatikan keberadaan orang-orang disabilitas dalam masyarakat saat ini.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Pana Pramulia, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Dosen

References

Creswell, John W. (2013). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Haq, Muhammad Zaairul. (2013). Tasawuf Semar Hingga Bagong: Simbol, Makna, dan Ajaran Makrifat dalam Panakawan. Cetakan ketiga. Cetakan pertama tahun 2009. Bantul: Kreasi Wacana.

Irvan, Muchamad. (2017). Pengetahuan Mahasiswa PG-PAUD Unipa Surabaya Tentang Pendidikan Inklusif. Surabaya: Jurnal Buana Pendidikan, Vol XIII No. 24 Oktober 2017, halaman 155 – 164.

Jauhari, Muhammad Nurrohman. (2017). Pengetahuan Mahasiswa PG-PAUD Unipa Surabaya Tentang Anak Berkebutuhan Khusus. Surabaya: Jurnal Buana Pendidikan, Vol XIII No. 24 Oktober 2017, halaman 165 – 177.

Jauhari, Muhammad Nurrohman. (2018). Bunga Rampai Tunadaksa. Sekapur Sirih Tunadaksa: Sebuah Pengantar. Lamongan: Pagan Press.

Lombard, Denys. (2005). Nusa Jawa Silang Budaya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Pramulia, Pana. (2017). Sanggit: Filosofi Pergelaran Wayang Kulit. Lamongan: Pagan Press.

Prawiroatmojo, S. (1985). Bausastra Jawa – Indonesia. Jakarta: Gunung Agung.

Siswanto, Joko. (2013). Metafisika Wayang Purwa. Yogyakarta: Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta.

Solichin. (2011b). Falsafah Wayang, Intangible Hiratege of Humanity. Senawangi: Jakarta.

Asmoro, Ki. Purbo. (2009). Lakon Parto Krama. Direkam di Desa Jatikalen Kabupaten Nganjuk

Published
2021-04-30
How to Cite
Pramulia, P. (2021). Masyarakat Disabilitas Dalam Peradaban Jawa. Special and Inclusive Education Journal (SPECIAL), 2(1), 37-45. https://doi.org/10.36456/special.vol2.no1.a3557