Uji Aktivitas Sel Kanker dengan menggunakan senyawa Flavonoid dari Lengkuas (Alpinia Galanga)

 Abstract views: 661 ,  downloads: 2152
  • I. A. K. Pramushinta
  • P. S. Ajiningrum

Abstract

Tanaman ini sudah cukup dikenal masyarakat Indonesia dan biasanya digunakan sebagai bumbu campuran pada masakan. Bagian tanaman ini yang biasa digunakan adalah rimpangnya. Rimpang lengkuas ini bisa digunakan sebagai obat tradisional untuk  diare, disentri. Pada rimpang lengkuas terdapat senyawa-senyawa flavonoid, glikosida dan diarilheptanoids. Kerangka flavonoid terdiri atas satu cincin aromatik A, satu cincin aromatik B, dan cincin tengah berupa heterosiklik yang mengandung oksigen dan bentuk teroksidasi cincin ini dijadikan dasar pembagian flavonoid ke dalam sub-sub kelompoknya. Penggunaan sel murin leukemia P388 dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, karena pada gugus hidroksil (-OH), gugus amida (-CONH) dan gugus dilakton merupakan gugus yang menunjukkan aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri dan sel kanker. Ekstraksi senyawa metabolit sekunder dilakukan melalui tahapan ekstraksi dengan methanol kemudian dilanjutkan dengan uji skrining senyawa dan uji antikanker. Analisis ekstrak senyawa rimpang lengkuas dengan perbandingan 1:3 hasil lebih jernih dan baik, analisis uji skrining serbuk rimpang lengkuas didapatkan hasil positif adanya senyawa flavonoid pada uji Bate Smith & Mertcalf dan Uji Wilstater Sianidin, penghambatan sel kanker leukimia P388 50% dari ekstrak metanol lengkuas 16,76 µg/mL

 

Kata kunci: Lengkuas; anti kanker

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2017-09-20
Section
Artikel