FENOMENA URBANISASI : POLA PERUBAHAN MATA PENCAHARIAN BERBASIS SPASIAL

 Abstract views: 459 ,  downloads: 552
  • Siti Nuurlaily Rukmana Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Moch Shofwan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Keywords: Mata Pencaharian, Pinggiran, Urbanisasi

Abstract

Fenomena transformasi perkotaan merupakan salah satu penyebab dari terjadinya urbansasi. Urbanisasi ditandai dengan pertumbuhan demografi yang meningkat setiap tahunnya. Hal ini mendorong ketidakseimbangan antara penyediaan lahan dengan permintaan lahan sebagai aspek kegiatan atau tempat tinggal. Kecenderungan terjadinya perluasan wilayah sangat tinggi khususnya di kawasan pinggiran. Kecamatan Krian merupakan salah satu daerah yang mengalami perubahan lahan cukup tinggi. Tujuan artikel ini untuk menilai dan menganalisis pola perubahan mata pencaharian di Kecamatan Krian.  Teknik analisis pada studi ini dengan menggunakan Geographical Information System melalui pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis bahwa perubahan mata pencaharian (khususnya petani menjadi non petani) berada pada sisi timur. Terdapat 3 desa yang mengalami penurunan jumlah petani mulai tahun 1995-2015 yaitu Desa Keboharan, Tarung Wetan dan Jatikalang. Hal ini disebabkan di sisi timur secara administrasi lokasi tersebut strategis yaitu terletak di pertigaan bypass dan dibagian utara berbatasan dengan kabupaten Gresik. Sehingga memicu adanya perubahan aktivitas, yaitu sebagai tempat hunian. Artinya di sisi timur Sidoarjo tidak digunakan sebagai tempat aktivitas kerja masyarakat melainkan sebagai tempat tinggal.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aguilar, A. G. (2008). Peri-urbanization , illegal settlements and environmental impact in Mexico City, 25, 133–145. http://doi.org/10.1016/j.cities.2008.02.003
Manaugh, K., Badami, M. G., & El-geneidy, A. M. (2015). Integrating social equity into urban transportation planning : A critical evaluation of equity objectives and measures in transportation plans in North America. Transport Policy, 37, 167–176. http://doi.org/10.1016/j.tranpol.2014.09.013
Samat, N. (2011). Modelling Land Use Changes at the Peri-Urban Areas Using Geographic Information Systems and Cellular Automata Model, 4(6), 72–84. http://doi.org/10.5539/jsd.v4n6p72
Simon, D. (2008). Urban Environments : Issues on the Peri-Urban Fringe. http://doi.org/10.1146/annurev.environ.33.021407.093240
Xiao, J., Shen, Y., Ge, J., Tateishi, R., & Tang, C. (2006). Evaluating urban expansion and land use change in Shijiazhuang , China , by using GIS and remote sensing, 75, 69–80. http://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2004.12.005
Yunus, H. 2008. Dinamika Wilayah Peri-Urban (Determinan Masa Depan Kota).Pustaka Pelajar : Yogyakarta
Published
2018-10-15
How to Cite
Rukmana, S. N., & Shofwan, M. (2018). FENOMENA URBANISASI : POLA PERUBAHAN MATA PENCAHARIAN BERBASIS SPASIAL. WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA, 16(2), 56-60. https://doi.org/10.36456/waktu.v16i2.1668

Most read articles by the same author(s)