EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN DI BANDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU

 Abstract views: 311 ,  downloads: 532
  • Aryo Sasmita
  • David Andrio

Abstract

Tingginya tingkat mobilisasi dan perkembangan Pekanbaru menuju kota metropolitan beberapa tahun belakangan berhubungan langsung dengan pertumbuhan aktivitas transportasi, termasuk tranportasi udara. Bandara Sultan Syarif Kasim II menjadi bandara internasional mengakibatkan aktivitas bandara yang semakin tinggi. Aktivitas bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru berpengaruh terhadap peningkatan kebisingan dikawasan Bandara, sehingga diperlukan penelitian tentang kebisingan akibat aktivitas pesawat terbang. Perhitungan tingkat kebisingan sesuai dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 tahun 1996 dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 51 tahun 1999. Perhitungan menunjukkan Tingkat kebisingan tertinggi di kawasan Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II berada di landasan pacu selatan  yaitu 88,63 dBA, sedangkan tingkat kebisingan terendah berada pada titik apron timur yaitu 77,72 dBa. Hasil perhitungan diketahui bahwa lama bekerja paling singkat berada di landasan pacu selatan, maksimal bekerja yang diperbolehkan pada daerah tersebut hanya 3,46 jam. Maksimal bekerja terlama di apron timur selama 43,05 jam. Oleh karena itu pekerja disekitar daerah yang memiliki kebisingan yang tinggi harus menggunakan Alat pelindung diri untuk mengurangi dampak kebisingan yang dihasilkan dari aktivitas Bandara

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru. 2015. Pekanbaru dalam angka 2015.

Cornwell, Davis. 1998. Introduction to Environmental Engineering. McGraw-Hill, Int.

Direktorat Jendral Perhubungan Udara. 2015. Data Keberangkatan Pesawat. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Doelle, L Leslie. 1993. Akustik Lingkungan. Erlangga Press. Surabaya.

Hartono. 2006. Pengaruh Perbedaan Intensitas Kebising-An Terhadap Jumlah Limfosit Pada Masyarakat di Sekitar Bandara Adi Sumarmo Boyolali. Enviro. Vol 7, No.2. 20-24.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 tahun 1996 tentang Metode Pengukuran, Perhitungan, dan Evaluasi Tingkat Kebisingan Lingkungan.

Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-51/MEN/1999 tentang Nilai Ambang Batas Kebisingan Ditempat Kerja

National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). 1998. Occupational Noise. Exposure revised criteria 1998. Cincinnati, Ohio;

Sukar, dkk. 2003. Jurnal Ekologi Kesehalan Vol2 No I. April 2003: 185 - 191

Tana, Lusianawaty., dkk. 2002. Gangguan Pendengaran Akibat Bising Pada Pekerja Perusahaan Baja Di Pulau Jawa. Jurnal Kedokteran Trisakti. Edisi September-Desember 2002, Vol.21 No.3.

Published
2017-02-03
How to Cite
Sasmita, A., & Andrio, D. (2017). EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN DI BANDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU. WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA, 15(1), 30-35. https://doi.org/10.36456/waktu.v15i1.441