ZONASI SEBARAN PENCEMARAN AIR BERBASIS PERSEPSI MASYARAKAT DI KAWASAN BENCANA LUMPUR KABUPATEN SIDOARJO

 Abstract views: 435 ,  downloads: 390
  • Moch Shofwan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Farida Nur’Aini Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Abstract

Bencana lumpur di Kabupaten Sidoarjo merupakan peristiwa alam yang tergolong risikonya tinggi. Dipilihnya lokasi tersebut karena peristiwa ini memberikan dampak yang signifikan terhadap perubahan fisik yang ada di kawasan tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan pemetaan pencemaran air berdasarkan persepsi masyarakat. Adapun untuk mencapai tujuan ini maka diperlukan beberapa tahapan yaitu (1) analisis kondisi pencemaran air berdasarkan persepsi masyarakat, (2) analisis sebaran keruangan pencemaran air di kawasan bencana lumpur. Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, kualitatif, dan eksploratif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Adapun metode analisis yang digunakan dibagi menjadi dua tahapan yaitu (1) analisis deskriptif kualitatif berdasarkan kondisi pencemaran air, dan (2) analisis spasial terkait kondisi pencemaran air. Kondisi pencemaran air berdasarkan persepsi masyarakat dilapangan didapatkan hasil bahwa pencemaran air terdapat di kawasan bencana lumpur lapindo di desa-desa pada tiga kecamatan (Porong, Tanggulangin, dan Jabon). Pencemaran air dapat dilihat dari perubahan warna, rasa, dan bau yang dilihat dari sumur warga, tambak, dan sungai. Hasil dari pemetaan kondisi pencemaran air secara spasial didapatkan bahwa pencemaran air terkonsentrasi di zona I dan II, disebabkan karena lokasi desa-desa tersebut sangat dekat dengan luapan lumpur lapindo.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, H.Z., Kusuma, M.A., Andreas, H., Gamal, M., Sumintadireja, P., 2009. GPS-Based Monitoring of Surface Displacements in the Mud Volcano Area, Sidoarjo, East Java.Springer. hal. 595-603.
Akbari, A.M. dan Teguh H., 2011. Perhitungan Volume Semburan dan Sebaran Lumpur Sidoarjo Dengan Citra Ikonos Bulan Juni, Agustus, Oktober 2011. Teknik Geomatika FTSP-ITS Surabaya.
Carter, N. 1991. Disaster Management: A Disaster Manager’s Handbook, ADB, Manila.
Harmayani, KD dan IGM Konsukartha. 2007. Pencemaran Air Tanah Akibat Pembuangan Limbah Domestik di Lingkungan Kumuh. Jurnal Permukiman Natah Vol. 5 Nomor 2 Agustus Tahun 20017.
Muta’ali, L. 2012. Daya Dukung Lingkungan untuk Perencanaan Pengembangan Wilayah. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.
Satyana, A.H. 2007. Bencana Geologi dalam “Sandhyâkâla” Jenggala dan Majapahit: Hipotesis Erupsi Gununglumpur Historis Berdasarkan Kitab Pararaton, Serat Kanda, Babad Tanah Jawi; Folklor Timun Mas; Analogi Erupsi LUSI; dan Analisis Geologi Depresi Kendeng-Delta Brantas. Joint Convention Bali 2007. The 36th IAGI, The 32nd HAGI, and The 29th IATMI. hal. 1-37.
Smith. K. dan Petley, D.N., 1992. Environmental Hazards: Assessing Risk and Reducing Disaster, , Routledge. London and Newyork.
Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta .
Tingay, M. 2010. Anatomy of the LUSI Mud Eruption, East Java. ASEG 2010. hal. 1-6
Twigg, J. 2004. Good Practice Review:Disaster Risk Reduction. Mitigation and preparedness in development and emergency programming. Humanitarian Practice Network (HPN), Overseas Development Institute, London.
UURI No. 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, LNRI Tahun 2007 Nomor 66; TLNRI Nomor 4723Han, Z., Liu, D., dan Li, Q. (2013), “A Removal Mechanism for Organics and Nitrogen in Treating Leachate Using a Semi-Aerobic Aged Refuse Biofilter”, Journal of Environmental Management, Vol. 114, hal. 336-342.
Published
2017-07-17
How to Cite
Shofwan, M., & Nur’AiniF. (2017). ZONASI SEBARAN PENCEMARAN AIR BERBASIS PERSEPSI MASYARAKAT DI KAWASAN BENCANA LUMPUR KABUPATEN SIDOARJO. WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA, 15(2), 7-12. https://doi.org/10.36456/waktu.v15i2.719