PENURUNAN KADAR TIMBAL (PB) PADA KERANG DARAH DENGAN MENGGUNAKAN ASAM

 Abstract views: 421 ,  downloads: 531
  • Christine Abadiana Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Indah Nurhayati Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Abstract

Peningkatan kadar logam berat timbal (Pb) pada air laut akan diikuti dengan peningkatan
kadar logam berat pada biota laut. Dengan melalui rantai makanan logam Pb akan masuk ke
dalam tubuh manusia. Mengkonsumsi kerang yang tercemar Pb secara terus-menerus maka
akan terjadi akumulasi Pb dalam tubuh manusia. Logam timbal ini pada dasarnya toksik pada
organ-organ tubuh. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar Pb pada cangkang dan daging
kerang darah, mengkaji pengaruh jenis asam (asetat atau sitrat 25 %), serta lama
perendaman (1 dan 3 jam)terhadap penurunan kadar Pb pada kerang darah. Penelitian
ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran konsentrasi pencemaran Pb oleh limbah dari
cangkang kerang darah dan penggunaan media larutan asam ke lingkungan. Kerang darah yang
digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini adalah kerang darah dengan ukuran cangkang
antara 3 – 4 cm, yang diambil dari Pantai Kenjeran Surabaya Jawa Timur. Dari penelitian ini
dapat disimpulkan kadar Pb mula – mula pada cangkang kerang darah, yakni 0.502 ppm
sedangkan pada daging kerang sebesar 0.217 ppm. Setelah dilakukan perendaman
menggunakan asam asetat atau asam sitrat 25% kadar Pb mengalami penurunan. Perendaman
dengan asam asetat dapat menurunkan kadar Pb yang lebih besar pada perendaman cangkang
kerang. Semakin lama waktu perendaman semakin berkurang kadar Pb pada cangkang dan
daging kerang. Cangkang kerang dan air limbah perendaman berpotensi mencemarkan
lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anonymous, 2007. Monitoring Sanitasi Kekerangan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Sucofindo, Surabaya.
Bajuri, 2003. Perbedaan Kadar Pb dalam Kupang dengan Jenis Kupang Awung(Mytilus Viridis)dan Kupang Jawa (Musculista Senhausia). Skripsi Universitas Airlangga, Surabaya.
Darmono, 2001. Lingkungan Hidup dan Pencemaran (Hubungannya dengan Toksikologi Senyawa Logam). UI-Perss, Jakarta.
FAO / WHO, 1980. Recommended Health – Based Limit in Occupational Exposure to Heavy Metal. World Health Organization, Geneva.
Imaduddin, Saiful dan Soedjajadi Keman, 2000. Kemampuan Larutan Asam Asetat 25 % terhadap Penurunan Kadar Logam Berat Pb dalam Daging Ikan Bandeng (Chanos Forsk). Forum Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Inswiasri dkk, 1995. Kandungan Logam Kadmium dalam Biota Laut Jenis Kerang - kerangan dari Teluk Jakarta. Pusat Penelitian Ekologi Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Kronkvist, B., 2006. Prevalence of Faecal Indicator Organisms and Human Bacterial Pathogens in Bivalves from Maputo Bay, Mozambique. Thesis Departement of Mathematics and Natural Sciences – Kristianstad University, Sweden.
Nontji, Anugerah, 2002. Laut Nusantara. Djambatan, Jakarta.
Nuraini, Anis dan Lilis S., 2006. Perbandingan Penurunan Kadar Pb pada Kupang Awung (Mytilus Viridis) dengan Menggunakan Perendaman Asam Cuka 25 % dan Aqua. Jurnal Kesehatan Lingkungan FKM Universitas Airlangga, Surabaya.
Palar, Heryanto, 2004. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Rineka Cipta, Jakarta
Pikir, Suharno, 1993. Sedimen dan Kerang sebagai Indikator Adanya Logam Berat Cd, Hg, dan Pb dalam Pencemaran di Lingkungan Estuari. Disertasi Pascasarjana Universitas Airlangga, Surabaya.
Rahardhiman, Aryatama, 2008. Penurunan kadar Pb pada Kupang Awung (Mytilus Viridis) dengan Menggunakan Perendaman Asam Sitrat. Karya Tulis Ilmiah Kesehatan Lingkungan Poltekkes Depkes, Surabaya.
Published
2013-07-15
How to Cite
Abadiana, C., & Nurhayati, I. (2013). PENURUNAN KADAR TIMBAL (PB) PADA KERANG DARAH DENGAN MENGGUNAKAN ASAM. WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA, 11(2), 32-40. https://doi.org/10.36456/waktu.v11i2.871

Most read articles by the same author(s)