TRANSFORMASI APRESIASI SASTRA DI SEKOLAH: EFEKTIVITAS PELATIHAN KRITIK SASTRA UNTUK GURU MGMP BAHASA INDONESIA SE-SURABAYA

Authors

  • Tri Indrayanti, S.Pd., M.Pd. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Nur Rohmah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Sutejo STKIP Ponorogo
  • Rizky Anggraini Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Irma Andini Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36456/abadimas.v9.i02.a11044

Keywords:

Pengabdian Masyarakat (PKM), Guru Bahasa Indonesia MGMP, Menulis, Kritik Sastra

Abstract

 

Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya bertujuan untuk menciptakan kritik karya sastra bagi Guru Bahasa Indonesia MGMP di SMP dan SMA di seluruh Surabaya dan menganalisis berbagai unsur kritik yang terdapat dalam karya sastra terpilih. Pendekatan yang digunakan kuasi-eksperimen dengan desain pra-pasca yang dipadukan dengan pendekatan mixed methods eksplanatori sederhana. Pendekatan ini digunakan untuk mengukur efektivitas pelatihan dan pendampingan kritik sastra terhadap peningkatan kemampuan apresiasi sastra guru MGMP Bahasa Indonesia se-Surabaya, baik secara kuantitatif melalui pengukuran hasil belajar, maupun secara kualitatif melalui refleksi dan praktik pedagogis guru. Bentuk karya sastra yang dikritik adalah cerpen, puisi, novel, dan cerita pendek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mampu menulis kritik karya sastra. Adapun peningkatan kemampuan guru dalam menulis kritik karya sastra sebesar 80%. Bentuk kritik yang dibuat beragam, termasuk pendidikan, kolonialisme, agama, moral, psikologi, seni, dan gender. Kritik yang dibuat tidak hanya menyentuh aspek estetika, tetapi juga berfungsi sebagai cermin yang mendorong pembaca untuk mengevaluasi kembali nilai-nilai, struktur sosial, dan hubungan kekuasaan. Dengan demikian, karya yang dibuat sebagai kritik sastra menunjukkan sastra sebagai alat untuk perubahan sosial dan introspeksi. Secara keseluruhan, guru-guru bahasa Indonesia dari SMP dan SMA di seluruh Surabaya yang merupakan anggota MGMP telah mampu mengkritik karya sastra yang mereka pelajari dari berbagai perspektif. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) ini berhasil karena tidak hanya memberikan inspirasi tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk menyebarluaskan nilai-nilai positif dan praktik-praktik baik terkait karya sastra di Indonesia.

 

References

Arifin, Z. (2023). Profesionalisme Guru Bahasa Indonesia dalam Pengembangan Literasi Sastra. Bumi Aksara.

Freire, P. (2018). Pedagogy of the Oppressed (50th Anniversary Ed. Bloomsbury Publishing Plc.

Guskey, T. R. (2000). Evaluating Professional Development. Corwin Press.

Joyce, B., & Showers, B. (2010). Student Achievement Through Staff Development. In ASCD. ASCD.

Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum Merdeka: Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Knight, J. (2016). Instructional Coaching: Partnership Principles and Practices. University of Kansas Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.

Nurgiyantoro, B. (2021). Teori Pengkajian Fiksi. Gadjah Mada University Press.

Slamet, Y. (2019). Pembelajaran Sastra di Sekolah Menengah: Masalah dan Tantangan. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8((2)), 115–124.

Surachman, A. (2020). Kompetensi Guru dalam Penulisan Kritik Sastra. Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 10((1)), 45–57.

Wellek, R., & Warren, A. (2019). Theory of Literature (revisi). Harcourt Brace.

Widayati, T. (2020). Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Penguatan Literasi. Jurnal Pendidikan Bahasa, 14((2)), 112–123.

Downloads

Published

2026-01-13