PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP UPAYA PENGEMBANGAN DESA WISATA JERUK PAMELO ORGANIK DI DESA TAMBAKMAS, KECAMATAN SUKOMORO, KABUPATEN MAGETAN

Authors

  • Sri Wiyatiningsih Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Wiwik Sri Harijani Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Wahyu Santoso Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Riko Setya Wijaya Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.36456/abadimas.v3.i2.a2168

Keywords:

jeruk pamelo, pertanian organik, desa wisata, persepsi

Abstract

Pengembangan tanaman jeruk pamelo di Desa Tambakmas memiliki dua sisi kontradiktif, terdapat
kendala seperti halnya rendahnya tingkat produktivitas dan kualitas buah, perilaku petani dalam
penggunaan pestisida kimia dan jalur pemasaran dikuasai pengepul, sedangkan potensi desa
dengan jumlah penduduk dan sumber daya alam pendukungnya menjadi peluang untuk
dimanfaatkan melalui usulan skim hibah Program Pemberdayaan Masyarakat Unggulan
Perguruan Tinggi (PPMUPT). Pengabdian masyarakat ini dilakukan bermaksud untuk
mengidentifikasi persepsi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Jeruk Pamelo Organik
berbasis Biopestisida. Informasi data yang berhasil dikumpulkan dari sebaran kuesioner
selanjutnya diproses dengan pendekatan statistik deskriptif kualitatif dan penyajiannya didukung
oleh software MS. Excel 2013 dan IBM SPSS Ver. 23. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat
Persepsi internal berhasil terbentuk dari masyarakat yang berpartisipasi dalam pengembangan
desa wisata jeruk pamelo organik adalah mereka telah berumur 40 tahun dan atau lebih,
berjenjang pendidikan terbanyak adalah SLTA atau sederajat serta memiliki motivasi pokok yaitu
meningkatkan pendapatan sambil tetap mempertahankan produktivitas jeruk pamelo yang
dibudidayakannya. Eksistensi pengembangan desa wisata jeruk pamelo organik dipersepsikan
secara baik pada indikator dukungan kelompok tani dan dukungan Tim PPMUPT. Sebaliknya,
indikator dukungan pemerintah desa dipersepsikan biasa saja, karena mereka mengganggap
dukungan pemerintah baik desa maupun kabupaten belum sepenuhnya memenuhi harapan
masyarakat.

Downloads

Published

2019-12-20

Issue

Section

volume 3 nomor 2 januari 2020