PKM BUDIDAYA LELE SEBAGAI ALTERNATIF MATA PENCAHARIAN PETANI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA JUKONG
DOI:
https://doi.org/10.36456/abadimas.v3.i2.a2173Keywords:
petani sawah tadah hujan, budidaya lele, manajemen keuangan, jukong, pkmAbstract
Kelompok Tani Sawah Tadah Hujan Desa Jukong beranggotakan kurang lebih lima belas orang
petani. Kelompok Tani ini memiliki alamat di Balai Desa Jukong dan dikelola langsung oleh Ibu
Sekretaris Kepala Desa, yaitu Ibu Uswatun. Pada saat musim hujan, petani menanam jagung atau
padi pada sawah yang dimilikinya. Namun pada musim kemarau petani-petani menjadi kuli
bangunan di Surabaya. Hal tersebut dapat meningkatkan urbanisasi dan dapat menyebabkan
menurunnya perekonomian masyarakat desa Jukong serta dapat meningkatkan pengangguran.
Solusi yang ditawarkan adalah membuat/pengadaan kolam untuk budidaya lele dengan diameter
3m dan ketinggian 1,2m; pengadaan bibit lele sebanyak 700 ekor; pengadaan 80 kg pakan lele
sampai dengan dipanen; pelatihan keterampilan langkah-langkah budidaya lele yang efektif;
pelatihan dan pendampingan pengelolaan usaha serta pengelolaan keuangan. Metode yang
digunakan adalah identifikasi permasalahan yang mendesak untuk segera diatasi; metode
partisipatif dalam pelatihan dan pendampingan; monitoring dan evaluasi terhadap hasil PKM
dengan indikator budidaya lele dapat meningkatkan pendapatan kelompok tani sawah tadah
hujan; keberlanjutan program dengan tim pelaksana sebagai fasilitator dilakukan dalam bentuk
konsultasi, diskusi, dan pendampingan strategis.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Wiwin Widiasih, Siti Muhimatul Khoiroh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










