PENGUATAN KAPABILITAS KOPERASI PESANTREN DWIMA KULON PROGO MENUJU KOPERASI MANDIRI YANG BERKELANJUTAN

Authors

  • La Ode Sabaruddin Department of Accounting, Faculty of Economic and Business, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Novrys Suhardianto Department of Accounting, Faculty of Economic and Business, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Habiburrochman Department of Accounting, Faculty of Economic and Business, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Niluh Putu Dian Rosalina Handayani Narsa Department of Accounting, Faculty of Economic and Business, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Rizqy Aiddha Yuniawati Department of Accounting, Faculty of Economic and Business, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Sandra Sukma Embuningtiyas Department of Accounting, Faculty of Economic and Business, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Nining Islamiyah Department of Accounting, Faculty of Economic and Business, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
  • Bambang Tjahjadi Department of Accounting, Faculty of Economic and Business, Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36456/abadimas.v8.i02.a9847

Keywords:

Penguatan Kapabilitas, Koperasi Berkelanjutan, Pemasaran Digital, Crowdfunding, Tata Kelola Koperasi

Abstract

Koperasi Pesantren Dwima Kulon Progo menghadapi tantangan signifikan dalam mencapai kemandirian dan keberlanjutan akibat kelemahan tata kelola, keterbatasan keterampilan pemasaran digital, dan kesulitan memperoleh modal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapabilitas koperasi melalui pendekatan penguatan kapabilitas berbasis masalah, yang dimulai dengan identifikasi permasalahan melalui wawancara mendalam dan diskusi interaktif bersama pengurus koperasi. Tiga masalah utama yang teridentifikasi kemudian menjadi dasar dalam penyusunan pelatihan yang mencakup penguatan tata kelola koperasi, strategi branding dan pemasaran digital, serta pengenalan crowdfunding sebagai alternatif sumber pendanaan. Pelatihan disampaikan dalam bentuk teori dan studi kasus untuk memberikan pemahaman yang aplikatif dan relevan dengan konteks koperasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan pengurus koperasi. Wawancara lanjutan pasca-pelatihan juga mengonfirmasi dampak positif, di mana pengurus merasa lebih mampu mengidentifikasi solusi terhadap permasalahan internal dan memiliki optimisme lebih besar dalam mengembangkan koperasi. Pendampingan pasca-pelatihan memastikan implementasi berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam mendorong kemandirian koperasi dan diharapkan dapat menjadi model bagi koperasi lain yang menghadapi tantangan serupa.

References

Badan Pusat Stattistik Kabupaten Kulon Progo. (2023). Data strategis Kabupaten Kulon Progo 2023. https://Kulon Progokab.bps.go.id/id/publication/2024/09/27/11b026808c1325c8876e96a2/data-strategis-kabupaten-kulon-progo-2023.html

Basterretxea, I., Cornforth, C., & Heras-Saizarbitoria, I. (2022). Corporate governance as a key aspect in the failure of worker cooperatives. Economic and Industrial Democracy, 43(1), 362–387.

Björkdahl, J., & Holmén, M. (2016). Innovation audits by means of formulating problems. R&D Management, 46(5), 842–856.

Byrne, N. (2022). Understanding co-operative identity through relationality. Journal of Co-Operative Organization and Management, 10(1), 100169.

Coghlan, D., & Brydon-Miller, M. (2014). Collaborative action research. In The SAGE Encyclopedia of Action Research (pp. 117–119). SAGE Publications Ltd.

Fikri, A. L. R., Yasin, M., & Jupri, A. (2018). Konsep Pengelolaan Koperasi Pesantren untuk Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat: Telaah Surah Al-Hasyr Ayat 7. ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam, 9(2).

Jussila, I., Byrne, N., & Tuominen, H. (2012). Affective commitment in co-operative organizations: What makes members want to stay? International Business Research, 5(10), 1.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024). Jumlah pondok pensantren menurut tipe. https://satudata.kemenag.go.id/dataset/detail/jumlah-pondok-pesantren-menurut-tipe

Li, Q., Hadj-Hamou, K., & Rekik, Y. (2024). The formation of cooperatives with the implications of information sharing and contract farming. International Journal of Production Research, 1–22.

Lyles, M. A. (2014). Organizational Learning, knowledge creation, problem formulation and innovation in messy problems. In European Management Journal (Vol. 32, Issue 1, pp. 132–136). Elsevier.

Puusa, A., & Saastamoinen, S. (2021). Novel ideology, but business first? Journal of Co-Operative Organization and Management, 9(1), 100135.

Sulaiman, A. I., Chusmeru, C., & Masrukin, M. (2018). Strategy of cooperative Islamic Boarding School as economic empowerment community. INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 12(1), 25–44.

Teece, D. J. (2007). Explicating dynamic capabilities: the nature and microfoundations of (sustainable) enterprise performance. Strategic Management Journal, 28(13), 1319–1350.

Waldemar, C. (2014). The position of cooperatives in the new social economy. Management, 18(1)

Downloads

Published

2025-01-14