DEKONSTRUKSI MITOS DALAM WACANA RELIGI PADA CERPEN GENTAYANGAN KARYA GUNTUR ALAM

Authors

  • Ismail Marzuki Universitas Mataram
  • Hani Agustina Universitas Mataram
  • Rinda Widya Ikomah Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36456/bastra.vol13.no1.a11438

Keywords:

mitos, dekonstruksi mitos, wacana religi

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk mitos dan dekonstruksi mitos melalui wacana religi dalam cerpen Gentayangan karya Guntur Alam. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan dekonstruksi Jacques Derrida dan teori mitos Roland Barthes. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog dalam cerpen yang menunjukkan oposisi biner, pembongkaran makna, dan ambiguitas teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos arwah gentayangan dibangun melalui kepercayaan kolektif masyarakat, kemudian didekonstruksi melalui wacana religi yang menghadirkan ketidakstabilan makna antara mistis dan religius sehingga teks tidak menghadirkan kebenaran tunggal.

References

Annissa, L. W., & Adiprasetio, J. (2022). Ketimpangan representasi hantu perempuan pada film horor Indonesia periode 1970-2019. ProTVF, 6(1), 21-42.

Barthes, R. (1972). Mythologies (A. Lavers, Trans.). Hill and Wang.

Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (4th ed.). Pustaka Pelajar.

Devi, Z. T., & Suryaman, M. (2023). Kode dan mitos dalam cerpen Ada Kupu-Kupu, Ada Tamu karya Seno Gumira Ajidarma. Jurnal Penelitian Humaniora UNY.

Derrida, J. (1976). Of grammatology. Johns Hopkins University Press.

Guntur, A. (2022). Gentayangan. Jawa Pos. https://www.jawapos.com/cerpen/01396033/gentayangan [Diakses pada 24 Februari 2026]

Fadhilla, I., Dinniaty, D., Rachmayanti, R., Bahasa, P., Syarif, U. I. N., & Jakarta, H. (2023). Pengaruh Mitos Terhadap Sikap Masyarakat pada Oenyandang Disabilitas dalam Cerpen Pelangi dalam Kenangan. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 16(1), 19–28.

Firdaus, S. (2025). Indonesian and World Folklore from a Critical Literacy Perspective: A Comparative Analysis of Cultural Values and Social Identity. Austronesian: Journal of Language Science Literature, 4(2), 135–151.

Muhammad, S. (2026). Dekonstruksi mitos hantu di Indonesia: Pendekatan integratif tafsir, neurosains, dan sosiologi. Aqlam: Journal of Islam and Plurality.

Normuliati, S. (2022). Mitos dalam kumpulan cerita pendek Bacina Buta. E-Journal Undiksha.

Nurgiyantoro, B., Efendi, A., Suryaman, M., & Maslihatin, A. (2024). Mythological Transformation in Modern Indonesian Novels. LITERATURE & LITERACY, 2(April), 1–12.

Pangesti, N. R., dkk. (2021). Keindahan yang Semu: Analisis dekonstruksi Derrida. Jurnal Bahasa dan Sastra.

Rohman, A. F. (2019). Dekonstruksi kemapanan mitos-mitos dalam novel Bilangan Fu karya Ayu Utami. UIN Walisongo.

Ulyan, M. (2017). Dekonstruksi mitos Kanjeng Ratu Kidul dalam pendidikan akidah perspektif KH. Ibnu Hajar Sholeh Pranolo. IAIN Purwokerto.

Widijanto, T. (2023). Dekonstruksi mitos wayang Ramayana dan Barata Yuda dan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Kitab Omong Kosong karya Seno Gumira Ajidarma dan Perang karya Putu Wijaya. Paramasastra, 10(1), 93-112.

Wulandari, S. A. (2024). Dekonstruksi mitos Manyucuak Rantiang di Bukik Lontiak. Jurnal Ilmiah Global Education.

Downloads

Published

2026-04-30