MANTRA PENGOBATAN BERSEMBUR SEBAGAI TRADISI LISAN SUKU PASER PEMATANG DAN SEMUNTE

Authors

  • Amilia Selpila Universitas Mulawarman
  • Nina Queena Hadi Putri Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.36456/bastra.vol13.no1.a11462

Keywords:

mantra, sembur, belian

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi mantra pengobatan bersembur pada masyarakat suku Paser Pematang dan Semunte sebagai salah satu bentuk folklor lisan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Data penelitian berupa mantra sembur sakit kepala, sembur sembala, dan sembur boii. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra memiliki struktur pembuka, isi, dan penutup, dan pola rima yang berbeda-beda. Mantra pengobatan bersembur sakit kepala, sembur sembala, dan sembur boii bersifat asoferik karena menggunakan bahasa Paser halus suku Pematang dan Semunte yang tidak semua pewaris keturunan (belian) dapat memaknai arti mantra, meskipun ada beberapa kata dalam mantra mengggunakan bahasa Indonesia. Setiap mantra memiliki makna dan tujuan tertentu dalam proses penyembuhan. Mantra pengobatan bersembur suku Paser Pematang dan Semunte memiliki beberapa fungsi religius, yaitu sebagai bentuk doa, fungsi magis yaitu memiliki kekuatan penyembuhan, fungsi psikologis yaitu memberi rasa tenang dan keyakinan pada pasien, serta fungsi sosial mempererat hubungan sosial dalam masyarakat dan sebagai sarana pelestarian budaya lokal karena mantra diwariskan dari buyut hingga generasi muda. Mantra pengobatan bersembur tidak hanya digunakan untuk mengobati penyakit, tetapi juga menjadi bagian dari kepercayaan dan budaya masyarakat yang masih dijaga hingga sekarang.

References

Aljamaliah, S. N. M., & Darmadi, D. M. (2022). Analisis fakta cerita dalam folklor lisan: cerita rakyat sunda sebagai pembelajaran sastra di sekolah dasar. 6(2), 249–269. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/hsb.v6i2.65600

Anwar, S. (2020). Pengobatan Tradisonal Perspektif Antropologi Kesehatan. 15(1), 1–13. https://doi.org/https://doi.org/10.32923/taw.v15i1.1347

Auliza, S., Yulizar, M., & Munawarah, I. (2025). Mantra Neurajah Sebagai Representasi Media Pengobatan Di Desa Panton Kecamatan Teunom. 11(4), 1–12. https://doi.org/10.8734/argopuro.v1i2.365

Ayu, R., Putri, S., Saputra, F., Mirandi, R., & Sopar. (2025). Strategi Pelestarian Folklore Dalam Masyarakat di Gampong Mugo Rayeuk Kecamatan Panton Reu Kabupaten Aceh Barat. 3(3), 71–76.

https://doi.org/https://doi.org/10.61579/sagita.v3i3.494 p-ISSN:

Danandjaja, J. (1994). Folklor Indonesia (IV). PT Pustaka Utama Grafiti.

Dinç, A. (2023). Kültürel Miras Bağlamında Kırsal Kültürel Kimliğin Korunmasında Halkbilim ( Folklor ) Müzelerinin Rolü The Role of Folklore Museums in the Preservation of. 29(4), 0–2. https://doi.org/10.22559/folklor.2525

Febriyanto, D., Rusminto, N. E., & Samhati, S. (2021). Mantra-Mantra Jawa: Kajian Makna, Fungsi, Dan Proses Pewarisannya. 18(2). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24014/sb.v18i2.13189

Hadzantonis, M. (2023). The semangat and the mantra in Java, Indonesia. The Journal of Asian Linguistic Anthropology, 5(1), 53–63. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.47298/jala.v5-i1-a4

Hasan, H., Bora, M. A., Afriani, D., Artiani, L. E., Puspitasari, R., Susilawati, A., Dewi, P. M., Asroni, A., Yunesman, Y., & Merjani, A. (2025). Metode Penelitian Kualitatif. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah. https://books.google.co.id/books?id=OhhXEQAAQBAJ

Herlina, M. (2022). Analisis Mantra Pemberian Nama (Batalah) Oleh Masyarakat Dayak Ahe Di Desa Tonang Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak (Kajian Semiotik). https://doi.org/https://digilib.upgripnk.ac.id/id/eprint/1308

Masdiyah, Sari, N. A., & Purwanti. (2022). Mantra Bersoyong Pare Upcara Adat Tanam Padi Suku Paser Telake Di Desa Mendik Long Kali Paser: Kajian Semiotika Roland Barthes. 1(1), 5–11. https://doi.org/https://doi.org/10.30872/jic.v1i1.5

Miles, M. B. (1994). Huberman. AM (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Evaluation and Program Planning.

Ningsih, A. R., Nuratika, Prasiwiningrum, E., Rosinda, & Ridho. (2025). Bentuk dan Makna Mantra Pengobatan Di Kabupaten Rokan Hulu. 8(2), 938–950. https://doi.org/https://doi.org/10.36277/basataka.v8i2.984

Nurti, H. T., Purnamasari, H., & Amrullah, I. (2023). Fungsi dan Nilai Mantra Upacara Wuat Wa ’ i Pada Masyarakat Rempo Desa Pondo Kabupaten Manggarai Barat-NTT. Jurnal Bahasa, 12, 85–102.

Oman, D. (2025). What Is a Mantra? Guidance for Practitioners, Researchers, and Editors. 80(7), 1032–1044. https://doi.org/https://doi.org/10.1037/amp0001368

Pamungkas, O. Y., Hastangka, H., Raharjo, S. B., Sudigdo, A., & Agung, I. (2023). The spirit of Islam in Javanese mantra: Syncretism and education. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 79(1), 8407. https://doi.org/https://doi.org/10.4102/ths.v79i1.8407

Ratna, N. K. (2011). Antropologi sastra: Peranan unsur-unsur kebudayaan dalam proses kreatif. Pustaka Pelajar.

Sari, M. P., Wijaya, A. K., Hidayatullah, B., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Penggunaan metode etnografi dalam penelitian sosial. Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer, 3(01), 84–90.

Shinta, N., & Setyawati, M. (2025). Analisis Bentuk dan Fungsi Tuturan Belian Namang Dalam Ritual Pengobatan Orang Sakit Di Deasa Kedang Ipil. Literasi: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Serta Pembelajarannya, 9(April), 95–101.

Sias, M. (2023). Analisis Mantra Marapus Ramin Pada Masyarakat Desa Puteng Kecematan Teriak Kabupaten Bengkayang Dan Relevansinya Pmebelajaran Sastra Di SMA. IKIP PGRI Pontianak. https://doi.org/https://digilib.upgripnk.ac.id/id/eprint/2073

Spectrum, G., Kaz, A., Vernadski, V., Uitro, C., & Zborovski, Q. (2025). Folklor mətnlərində zaman: Azərbaycan və ingilis folkloru kontekstində tədqiqat. 2(4), 246–255. https://doi.org/https://doi.org/10.69760/gsrh.0250203021

Sujarweni, V. W. (2014). Metodelogi penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Perss, 74.

Sulistriani, J., Mursalim, & Dahlan, D. (2021). Mantra Pada Tradisi Minuman Pengasih Dalam Pernikahan Suku Dayak Belusu: Kajian Folklor. 5(1), 185–200. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30872/jbssb.v5i1.4629

Suwardi Endraswara. (2018). Antropologi Sastra Lisan: Perspektif, Teori, dan Praktik Pengkajian. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=pEqCDwAAQBAJ

Syakir, A., & Ngalimun. (2026). Mantra Banjar Dalam Praktik Pengobatan Tradisional: Kajian Etnografi Dan Budaya Lokal. 2026(April).

Wahdini, C., & Putri, N. queena H. (2025). Mantra Pengobatan dan Identitas Budaya: Kajian di Kalangan Masyarakat Suku Dayak Kabupaten Paser. 11(1), 32–42. https://doi.org/https://doi.org/10.31316/skripta.v11i1.7694

Wisang, P., Wahyusari, A., Zaitun, Shanty, I. L., Suhardi, & Lolita, A. (2026). Analisis Mantra Pengobatan Masyarakat Di Kampung Air Kelat Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. 11. https://doi.org/https://doi.org/10.23969/jp.v11i1.41284

Yulianto, A. (2020). Mantra Pengobatan Dan Lamut Tatamba Sebagai Media Penyembuhan Dalam Masyarakat Banjar (Kalimantan Selatan). 2, 126–141.

Downloads

Published

2026-04-30