CAMPUR KODE INDONESIA–INGGRIS PADA MEME INSTAGRAM @ilovemyself_but: BENTUK, WUJUD, DAN FAKTOR PENYEBAB
DOI:
https://doi.org/10.36456/bastra.vol13.no2.a11590Keywords:
campur kode, meme, instagram, sosiolinguistik, bahasa InggrisAbstract
Penelitian ini menganalisis campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada meme akun Instagram @ilovemyself_but dengan memadukan tiga kerangka teori: bentuk menurut Muysken (2000), wujud menurut Suwito (1985), dan faktor penyebab menurut Suandi (2014). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa 38 unsur campur kode dari 28 unggahan meme yang dikumpulkan selama tujuh bulan melalui dokumentasi dan purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa insertion mendominasi (86,8%), diikuti alternation (13,2%), sedangkan congruent lexicalization tidak ditemukan. Wujud yang paling dominan adalah kata (68,4%), dengan faktor utama penggunaan istilah yang lebih populer. Ketiga kerangka teori saling menguatkan dan membentuk satu pola yang konsisten.
References
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta.
Fishman, J. A. (1972). The sociology of language. Rowley, MA: Newbury House.
Hafizah, N., Dardanila, & Lubis, R. (2026). Campur kode pada media sosial Instagram Atta Halilintar: Kajian sosiolinguistik. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 6(1), 497–506. https://dmi-journals.org/deiktis/article/view/3068/2034
Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode penelitian kualitatif & kuantitatif. CV. Pustaka Ilmu.
Iftitah, N., Hambali, & Karumpa, A. (2022). Campur kode bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di media sosial Instagram. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(2), 103–113. https://doi.org/10.53769/deiktis.v2i2.250
Muysken, P. (2000). Bilingual speech: A typology of code-mixing. Cambridge, England: Cambridge University Press.
Nababan, P. W. J. (1993). Sosiolinguistik: Suatu pengantar. Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama.
Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung, Indonesia: Simbiosa Rekatama Media.
Pratiwi, C. A., Inaya, R., Hasanah, N., & Sibuea, P. (2026). Campur kode bahasa Indonesia-Inggris dalam media sosial: Antara gengsi sosial dan krisis identitas bahasa. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(1), 1361–1365. https://doi.org/10.31004/jptam.v10i1.36197
Saragih, E. L., Haloho, A. S., Purba, S., Naibaho, N., Tambun, W. A., & Sitorus, M. (2026). Fenomena campur kode bahasa Indonesia–Inggris dalam podcast "Mama Jedar Bareng El". Jurnal Dinamika Pendidikan Nusantara, 7(1), 143–155. https://ejurnals.com/ojs/index.php/jdpn/article/view/4573
Shifman, L. (2014). Memes in digital culture. Cambridge, MA: MIT Press.
Suandi, I. N. (2014). Sosiolinguistik. Yogyakarta, Indonesia: Graha Ilmu.
Susylowati, E., Zakiyah, F., Sandy, D. K., & Cicilia, V. D. (2024). Sosiolinguistik: Teori dan aplikasi. Klaten, Indonesia: Penerbit Underline.
Sutarma, I. G. P., Jendra, I. W., & Sadiyani, N. W. (2024). Campur kode dalam penggunaan bahasa Indonesia di media sosial "Facebook." Dalam Prosiding Seminar Nasional Riset Linguistik dan Pengajaran Bahasa (SENARILIP VIII) (Vol. 8, pp. 131–142). Denpasar, Indonesia: Politeknik Negeri Bali. https://ojs2.pnb.ac.id/index.php/SENARILIP/article/view/2214
Suwito. (1985). Pengantar awal sosiolinguistik: Teori dan problema. Surakarta, Indonesia: Henary Offset.
Trudgill, P. (1974). Sociolinguistics: An introduction. Harmondsworth, England: Penguin.
Widodo, N., & Purwanto, J. (2026). Campur kode bahasa Indonesia–Inggris dalam podcast Rintik Sedu episode "Mengagumimu dari Jauh" #berKata: Kajian sosiolinguistik. Jurnal Media Akademik, 4(1), 1–12. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5866751
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Buana Bastra: Bahasa, Susastra, dan Pengajarannya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










