ANEKA JENIS KALIMAT LARANGAN BAHASA JAWA: ANALISIS BERDASARKAN DIATESIS

Authors

  • Taufik Nurhadi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36456/bastra.vol9.no2.a7047

Keywords:

kalimat larangan, penanda formal, diatesis, argumen

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil analisis tentang aneka jenis kalimat larangan dalam bahasa Jawa. Metode analisis yang digunakan adalah metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan berupa teknik SBLC dan tekni catat. Tekni analisis yang digunakan adalah constan comparative analysisis. Hasilnya adalah adanya klasifikasi kalimat larangan yang terbagi menjadi 4 jenis, yakni kalimat larangan aktif, kalimat larangan pasif, kalimat larangan resiprokal, dan kalimat larangan refleksif.

 

References

Antunsuhono. 1933. Reringkesaning Parainasastra Djwaa II. Cetakan kedua. Jogjaiiarta: Hien Hoo Sing.

Halim, Amran. 1973. Intonation: In Relation to Syntax in Bahasa Indonesia. Jakarta: Jembatan.

Harjawiyana, Haryana. 1932. Pengajaran Bahasa Jawa: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gadjah Mada/

Herawati. 2015. Kalimat Larangan dalam Bahasa Jawa. Jurnal Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesasteraan, 3(2), 159-168. DOI: https://doi.org/10.31813/gramatika/3.2.2015.33.159--168.

Keraf, Gorys. 1987. Tata Bahasa Indonesia. Ende: Nusa Indah, 1987.

Ramlan, M. 1931. Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis. Yogyakarta: Karyono.

Sudaryanto, dkk. 1984. Diatesis dalam Bahasa Jawa. Yogyakarta: Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tarigan, Henry Guntur. 1935. Prinsip-Prinsip Dasar Sintaksis. Bandung: Angkasa.

Downloads

Published

2022-10-20