POSTMODERNISME JEANFRANÇOIS LYOTARD DALAM NOVEL THE GREAT GATSBY KARYA F. SCOTT FITZGERALD
DOI:
https://doi.org/10.36456/bastra.vol10.no2.a8656Keywords:
Bahasa, Permainan Bahasa, PosmodernismeAbstract
Bagi postmodernism ide rasionalitas dan humanisme merupakan konstruksi historis, konstruksi sosial budaya dan bukan sesuatu yang bersifat alami(kodrat) dan universal. Sehingga kedua ha! tersebut tidak dapat diseragamkan tanpa mempertimbangkan kondisi sosial-historis sertabudaya lokal. Keanekaragaman pemikiran menurut Lyotard hanya dapat dicapai dengan melakukan penolakan terhadap kesatuan (unity), dengan mencari disensus (ketidaksepakatan) secara radikal. Sebuah permainan bahasa menunjukkan bahwa tidak ada konsep atau teori yang dapat menangkap bahasa dalam totalitasnya secara memadai jika upaya untuk melakukannya merupakan suatu permainan bahasa itu sendiri. Oleh sebab itu, di sini, permainan bahasa juga tidak bisa dipercaya karena mereka adalah bagian dari permainan bahasa yang juga anggota keberagaman permainan bahasa. Permainan bahasa yang lazim dimainkan adalah (I) The denotative game, (2) The prescriptive game, dan (3) The technical game.
References
A6 lwasilah, Chaedar. 2008. Filsafat Bahasa dan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Lyotard, Jean Franc. 1982. The PostmodernCondition: A Report on Knowledge. University of Minneapolis Press.
O'Donnell Kevin. 2009. Postmodemisme. Yogyakarta: Kanisius. 2
Sugiharto, Bambang. 1996. Postmodenisme : Tantangan Bagi Filsafat, Jakarta: Kanisius.
Suseno, Franz Magnis. 2005 Pijar-Pijar Filsafat: Dari Gatholoco ke Filsafat Perempuan, dari
Adam Muller ke Post-modernisme, Yogyakarta: Kanisius.
Wijowasito dan Perwadarminta. 1980. Kamus Bahasa lnggris. Bandung: Hasta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Ilmiah Buana Bastra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










