HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 6-36 BULAN

Authors

  • supartini Supartini

DOI:

https://doi.org/10.36456/embrio.vol6.no.a1287

Keywords:

ASI eksklusif, Perkembangan Motorik Kasar

Abstract

ASI eksklusif merupakan makanan terbaik yang harus diberikan kepada bayi, karena didalamnya terkandung hampir semua zat gizi yang dibutuhkanoleh bayi. Sesuai keputusan Kep Men.Kes No. 450/Menkes/SK/IV/2004 ditetapkan pemberian ASI secara eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan yang berarti bahwa bayi itu diberi ASI saja tanpa pemberian makanan lain sampai usia 6 bulan dan dianjurkan terus dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun. Hal tersebut sesuai dengan target sebesar 80% yang diamanatkan oleh Propenas (Program Pembangunan Nasional), karena banyak keuntungan dari pemberian ASI eksklusif yaitu anak akan cenderung mengalami perkembangan motorik kasar yang lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 6-36 bulan di RW IV Kelurahan Simomulyo Wilayah Kerja Puskesmas Simomulyo Surabaya. Dalam penelitian ini digunakan metode analitik dengan desain penelitian Cross sectional yang pengambilan sampelnya dilakukan secara simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 58 anak usia 6-36 bulan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara serta observasi. Teknik analisis dengan perhitungan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 58 responden, yang diberi Asi eksklusif sebanyak 26(44,83%),sedangkan yang tidak diberi ASI eksklusif sebanyak 32(55,17%), berkembang sesuai umur sebanyak 46 anak(79,31%), sedangkan yang tidak berkembang sesuai umur sebanyak 12 anak (20,69%). Dari hasil uji chi-square didapatkan Ho ditolak.Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 6-36 bulan. Oleh sebab itu, perlu adanya penyuluhan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif secara terus menerus.

References

Dinkes. Propinsi Dati I Jatim. Patokan

Aspek Perkembangan Balita,

Surabaya

Depkes. RI. 1997. Pedoman Deteksi

Dini Tumbuh Kembang Balita.

Jakarta

Depkes. RI. 1999. Petunjuk

pelaksanaan Deteksi Dini tumbuh

kembang balita. Bagi Petugas

Puskesmas.

Hidayat, Aziz Alimul. 2007. Metode

Penelitian Kebidanan dan Teknik

Analisa Data. Jakarta : Salemba

Medika

IDAI. 2002. Tumbuh kembang Anak

dan Remaja, Buku Ajar I, Edisi I.

Jakarta : Sagung Seto

Madjid, Nurainy Et all. 2004.

Peningkatan Kualitas Sumber

Daya Manusia Indonesia Melalui

Pemberian ASI. Pertemuan Pra

Pertemuan Ilmiah Tahun XIV

POGI. Bandung

Moody, Jane. Britten, Jane, dan Hogg,

Karen. 2006. Menyusui cara

mudah, praktis, dan Nyaman.

Jakarta : Arcan. Notoatmodjo. Soekidjo. 2002.

Metodologi Penelitian Kesehatan.

Jakarta : Rineka Cipta

Perinasia. 2007. Bahan Bacaan

Manajemen Laktasi, Edisi I.

Jakarta : Program Manajemen

Laktasi

Soetjiningsih. 1995. Tumbuh

Kembang Anak.Jakarta : EGC

Sri Purwanti. Hubertin. 2004. Konsep

Penerapan ASI Eksklusif. Jakarta

: EGC

Published

2015-03-20

How to Cite

Supartini, supartini. (2015). HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 6-36 BULAN. EMBRIO: Jurnal Kebidanan, 6, 36-43. https://doi.org/10.36456/embrio.vol6.no.a1287