PENGARUH EKSTRAK BUAH DELIMA MERAH TERHADAP KADAR SOD PADA KULTUR HUVECs YANG DIPAPAR PLASMA PREEKLAMPSI
DOI:
https://doi.org/10.36456/embrio.vol11.no1.a1801Keywords:
Delima Merah, Antioksidan, SOD dan PreeklamsiAbstract
Preeklampsi merupakan sindroma yang berkaitan dengan adanya gejala vasospasme, peningkatan terhadap resistensi pembuluh darah perifer dan juga penurunan perfusi organ. Salah satu teori etiologi preeklampsi yang dianut saat ini mengatakan adanya ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dan sistem pertahanan antioksidan yang menyebabkan timbulnya stres oksidatif, ditandai dengan adanya penurunan aktivitas antioksidan disertai dengan adanya peningkatan kadar lipid peroksida (oksidan / radikal bebas). Keadaan ini tentu saja menimbulkan terganggunya fungsi endotel bahkan rusaknya seluruh struktur sel endotel yang disebut sebagai disfungsi endotel. Keadaan stres oksidatif bisa dikendalikan dengan pemberian anti oksidan yang terbagi dalam antioksidan enzimatis dan non enzimatis. Antioksidan enzimatis terdiri dari superoksida dismutase (SOD), glutation peroksidase dan katalase. Buah delima mengandung fitokimia dan kaya akan senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan yaitu polifenol, tanin dan anthocyanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian ekstrak buah delima merah merah (Punica granatum) terhadap kadar SOD dan MDA pada kultur HUVECs yang dipapar plasma preeklampsi.
Rancangan percobaan berupa rancangan acak lengkap dengan 5 kelompok perlakuan yaitu, Kelompok I : Kontrol negatif (K-) HUVECs + plasma kehamilan normal 2%, Kelompok II : Kontrol positif (K+) HUVECs + plasma preeklampsi 2%, Kelompok III : Perlakuan 1 (P1) HUVECs + plasma preeklampsi 2% + ekstrak buah delima merah 14 ppm, kelompok IV : Perlakuan 2 (P2) HUVECs + plasma preeklampsi 2% + ekstrak buah delima merah 28 ppm dan Kelompok V : Perlakuan 3 (P3) HUVECs + plasma preeklampsi 2% + ekstrak buah delima merah 56 ppm.
Berdasarkan pada hasil uji LSD 5 % menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif (K-) memiliki rata-rata kadar SOD berbeda nyata dengan kelompok kontrol positif (K+) (p = < 0,05). Peningkatan kadar SOD secara signifikan ditunjukkan oleh pemberian ekstrak buah delima merah pada konsentrasi 56 ppm. Bahkan, pemberian ekstrak buah delima merah konsentrasi 56 ppm mampu meningkatkan kadar SOD hingga lebih tinggi daripada kelompok kontrol negatif (p = < 0,05), sedangkan pemberian ekstrak buah delima merah pada dengan konsentrasi 14 ppm dan 28 ppm, belum mampu meningkatkan kadar SOD secara signifikan (p = > 0,05).
Sehingga dapat disimpulkan, bahwa pemberian ekstrak buah delima merah (Punica granatum) terbukti dapat meningkatkan kadar SOD pada kultur HUVECs yang dipapar plasma preeklampsi.
Kata kunci : delima merah, SOD dan Preeklampsi
References
Angsar, M.D. 2008. Hipertensi dalam Kehamilan. Dalam: Saifuddin, A.B., Rachimhadhi, T., Winknjosastro, G.H., editors. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Edisi ke-4. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 532-535.
Astuti, S., 2008, Ulasan Ilmiah: Isoflavon Kedelai dan Potensinya sebagai Penangkal Radikal Bebas, Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian, 13 (2):126 – 136.
de Nigris F., Botti C., Williams-Ignarro S., Sica V., Ignarro L. J., Napoli C., 2006, Pomegranate juice reduces oxidized low-density lipoprotein downregulation of endhotelial notric oxide synthase in human coronary endothelial cells, Nitric Oxide 15, 259-263.
El-Bahr S.M., 2013, Biochemistry of free radicals and oxidative stress, Science Inernational 1 (5); 111 – 117.
Fawole, O. A., opara, U. L., Theron, K. L., 2011, 2011. Chemical and hytochemical properties and antioxidant activities of three pomegranate cultivars grown in south Africa, Food Bioprocess Tech, 85 : 202-206.
Fukai, T., and Ushio-Fukai M., 2011. Superoksida Dismutases: Role in Redox Signaling, Vascular Function, and Diseases, Antioxid Redox Signal. 15 (6):1583-1606.
Gupta S., Aziz N., Sekhon L., Agarwal R., Mansour G., Li J., Agarwal A., 2009, Lipid Peroxidation and Antioxidant Status in Preeclampsia, A Systematic Review. Obstetrical and Gynecological Survey, 64(11):750-759.
Habli M., Sibai B.M., 2008, Hypertensive Disorders of Pregnancy, In: Danforth’s obstetrics and gynecology. 10th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, 258-266.
Harborne. 2005. Encyclopedia of Food and Color Additives. CRC Press, Inc. New York, 317-323.
Kholifa M., 2010, Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanol Buah delima merah (Punica granatum L inn.) terhadap Peningkatan Apoptosis Sel Kanker Lidah Manusia Sp-C1 In Vitro, Biomedika, 2 (2).
Perry J.J.P., Shin D.S., Getzoff E.D., Tainer J.A., 2010, The structural biochemistry of the Superoksida dismutases, Biochim Biophys Acta, 1804(2): 245–262.
Roberts J.M., Hubel C.A., 2004, Oxidative Stress in Preeclampsia, American Journal of Obstetrics and Gynecology, 190:1177– 8.
Rodrigo R., Parra M., Bosco C., Fernandez V., Barja P., Guajardo J., Mssina R., 2009. Pathophysiological basis for the prophylaxis of preeclampsia through early supplementation with antioxidant vitamins, University of Chile
World Health Organization, 2002, Global program to Conquer Preeclampsia / Eclampsia, available from: http://www.preeclampsia.org/statistics.asp




