PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN SEBAGAI UPAYA PENANGANAN STUNTING PADA BALITA DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.36456/embrio.vol11.no1.a1852Keywords:
Stunting, PMT, Toddler, IndonesianAbstract
Stunting (dwarf) is a condition where toddlers have a length or height that is less than age. This condition is measured by length or height which is more than minus two median standard deviations of the child growth standard of the WHO. Stunting toddlers include chronic nutrition problems caused by many factors such as socio-economic conditions, maternal nutrition during pregnancy, pain in infants, and lack of nutritional intake in infants. Stunting toddlers in the future will experience difficulties in achieving optimal physical and cognitive development. The results of the Basic Health Research (Riskesdas) in 2007 showed that the prevalence of short toddlers in Indonesia was 36.8%. In 2010, there was a slight decrease to 35.6%. However, the prevalence of short toddlers again increased in 2013, which was 37.2%. The prevalence of children under five in Riskesdas in 2018 decreased slightly to 30.8%. Based on the Minister of Health Regulation No. 39 of 2016 concerning the Guidelines for Implementing a Healthy Indonesia Program with a Family Approach, efforts made to reduce the prevalence of stunting in children under five are by organizing a supplementary feeding program (PMT). Which is where the Supplemental Feeding will reduce the incidence of stunting in infants.
References
Fitriyanti, Farida dan Tatik Mulyati, 2012, Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) terhadap Status Gizi Balita Gizi Buruk di Dinas Kesehatan Kota Semarang, Journal of Nutrition College, Volume 1;373-381
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, 2017, Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting, Edisi I, Jakarta
Kementerian Kesehatan, 2018, Hasil Utama Riskesdas 2018, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta
Meera Shekar, Jakub Kakietek, Mary R D’Alimonte, Hilary E Rogers,Julia Dayton Eberwein,Jon Kweku Akuoku,Audrey Pereira, Shan Soe-Lin and Robert Hecht, 2017, Reaching the global target to reduce stunting: an investment framework, Health Policy and Planing, 667-668
Nilfar Ruanida, 2018, Gerakan 1000 hari Pertama Kehidupan Mencegah Terjadinya Stunting (Gizi Pendek) di Indonesia, Global Health Science, Volume 3 No 2
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2016, Standar Produk Suplementasi Gizi, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1600, Jakarta
Pusat Data dan Informasi, 2018, Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia , Semester I, Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan, Jakarta
Sugianti, E, 2017, Evaluasi pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) pada Balita Kurang Gizi di Kabupaten Tuban, Jurnal Cakrawala, Volume 11:217-224
Supadmi dkk. 2008. Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan pada Balita Kur ang Ene r g i Pr o t e in (KEP) Pengunjung Balai Penelitian dan Pengembangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (BPP GAKY) Magelang. PGM31(2): 59-66




