Efek Antiinflamasi Ekstrak dan Tablet Daun Kenitu (Chrysophyllum cainito L. ) pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus)

Authors

  • Burhan Ma'arif Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia https://orcid.org/0000-0001-9182-343X
  • Syafirda Arma'atu Sholekhah Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang, Indonesia https://orcid.org/0009-0004-4015-5776
  • Muhammad Nauval Nadhirul Fuadi Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang, Indonesia https://orcid.org/0009-0009-7613-1588
  • Meilina Ratna Dianti Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang, Indonesia
  • Arief Suryadinata Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang, Indonesia
  • Novia Maulina Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36456/farmasis.v5i1.8614

Keywords:

Antiinflamasi, Chrysophyllum cainito L., Ekstrak, Tablet

Abstract

Pendahuluan : Inflamasi pada persendian akibat kerusakan tulang rawan merupakan ciri dari osteoarthritis (OA). Osteoarthtritis adalah suatu penyakit degeneratif terkait dengan rendahnya kadar estrogen dalam tubuh. Senyawa fitoestrogen memiliki struktur yang sama seperti estrogen, sehingga fitoestrogen dapat menjadi alternatif dalam meredakan inflamasi pada OA. Daun kenitu (Chrysophyllum cainito L.) salah satu tanaman yang memiliki kandungan senyawa fitoestrogen. Tujuan: Untuk membuktikan ekstrak etanol 70 persen (EDC) dan tablet (TDC) yang diformulasikan dari daun C. cainito  dapat mengurangi efek inflamasi pada tikus wistar jantan. Metode: Aktivitas antiinflamasi EDC dan TDC  kemudian diuji pada tikus menggunakan metode edema kaki tikus yang diinduksi karagenan dengan dosis 4,05, 8,1, dan 16,2 mg tiap 200gBB tikus per hari untuk EDC, sedangkan untuk TDC 24,3, 48,6, dan 97,2 mg tiap 200gBB tikus per hari. Setelah pemberian masing-masing sampel selama 30 menit, tikus diinduksi secara subplantar dengan karagenan 1 persen  kemudian diamati edema pada telapak kaki tikus selama 6 jam.  Hasil: EDC dan TDC menunjukkan aktivitas antiinflamasi, dengan dosis optimal untuk EDC adalah 4,05 mg tiap 200gBB sedangkan, dosis optimal untuk TDC adalah 48,6 mg tiap 200gBB, sehingga menghasilkan persentase penghambatan edema pada tikus. Kesimpulan: Hasil tersebut menunjukkan bahwa CLE dan CLT mempunyai efek anti inflamasi sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat alternatif anti OA.

Downloads

Published

2024-03-31

How to Cite

Efek Antiinflamasi Ekstrak dan Tablet Daun Kenitu (Chrysophyllum cainito L. ) pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus). (2024). FARMASIS: Jurnal Sains Farmasi, 5(1), 1-9. https://doi.org/10.36456/farmasis.v5i1.8614