The Literature Review Pemantauan Terapi Obat pada Penderita Gagal Ginjal Kronik yang Mempengaruhi Hipertensi dan Anemia.pdf
DOI:
https://doi.org/10.36456/a7jm6b65Keywords:
Drug Therapy Monitoring, Chronic Kidney Failure, Hypertension, AnemiaAbstract
Latar Belakang: CKD adalah penyakit yang ditandai dengan adanya kelainan struktural atau fungsional pada ginjal yang berlangsung minimal 3 bulan. Ada beberapa penyakit atau kondisi klinis yang menjadi penyebab penyakit ginjal kronis, salah satunya adalah hipertensi dan anemia. Tujuan: untuk mengoptimalkan efek terapi obat dan meminimalkan efek yang tidak dikehendaki Metode: Tulisan ini merupakan hasil liteiraturei revieiw dari beirbagai peineilitian yang beirkaitan deingan peingaruh anemia dan hipertensi terhadap penderita gagal ginjal kronik. Peincarian liteiraturei dilakukan deingan meinggunakan kata kunci CKD, hipertensi, dan anemia. Kriteiria inklusi dalam peineilitian ini dipublikasikan dalam reintang minimal 10 tahun teirakhir yaitu dari tahun 2014 hingga 2024 meinggunakan databasei Googlei Schoolar. Hasil: didapatkan hasil bahwa tekanan darah pasien gagal ginjal kronis termasuk kedalam kriteria hipertensi dan kadar hemoglobin pasien termasuk kedalam kriteria masih normal. Dan juga ditemukannya adanya hubungan anemia dengan pasien CKD, yang ditandai dengan penurunan kadar hemoglobin pada pasien. Penyebab utama anemia pada pasien gagal ginjal kronik ialah defisiensi hormon eritropoietin, dikarenakan ginjal tidak dapat memproduksi eritropoietin yang cukup. Kesimpulan: Anemia dan hipertensi terhadap kejadian gagal ginjal kronik sangat berpengaruh yang dapat dilihat dari hasil penelitian mengenai gambaran tekanan darah dan kadar hemoglobin pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialysis.





