Wastafel Portabel Sistem Injak Sebagai Piranti Pendukung Protokol Kesehatan Di Masa Adaptasi Baru

 Abstract views: 120

Authors

  • Wahyu Dwi Mulyono Universitas Negeri Surabaya
  • Gde Agus Yudha Prawira Adistana Universitas Negeri Surabaya
  • Heri Suryaman Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36456/abadimas.v5.i01.a3331

Keywords:

Wastafel Portabel, Sistem Injak, Adaptasi Baru

Abstract

Penyebaran pandemi COVID-19 dapat diminimalisir dengan melakukan upaya non medis seperti social distancing dan Gerakan Masyakat Sehat (GERMAS). Salah satu hal sederhana yang dapat dilakukan dalam rangka mewujudkan gerakan hidup sehat adalah dengan membersihkan area tangan (telapak tangan). Terdapat dua metode yang disarankan oleh WHO untuk membersihkan area tangan yakni rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Permasalahan yang terjadi di lapangan adalah terbatasnya tempat cuci tangan yang mudah dijangkau. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini adalah untuk mengadakan dan mendistribusikan wastafel portabel dengan sistem injak ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mudah digunakan, dapat meminimalisir kontak, dan mudah dipindahkan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat diharapkan mampu mendorong masyarakat agar lebih rajin untuk membersihkan area tangan sehingga resiko terjangkit COVID-19 dapat dikurangi. Pengabdian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2, 3, 5, dan 7 Surabaya. Pelaksanaan PKM dimulai dari survey dan koordinasi dengan mitra. Selanjutnya adalah menyiapkan wastafel portabel yaitu pembuatan atau perakitan. Kegiatan selanjutnya adalah distribusi wastafel portabel ke SMK.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ambarwati, E. R., & Prihastuti, P. (2019). Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Mencuci Tangan Menggunakan Sabun dan Air Mengalir Sebagai Upaya Untuk Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Sejak Dini. Celebes Abdimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 45–52.

Fight COVID-19 with WHO’s Five Heroic Acts. (2020). https://www.who.int/campaigns/connecting-the-world-to-combat-coronavirus/safehands-challenge/5-heroic-acts

Ibrahim, I., Kamaluddin, K., Mintasrihardi, M., Junaidi, A. M., & Abd Gani, A. (2020). Bencana Virus Corona melalui Sosialisasi pada Anak Usia Dini pada Desa Rempe Kecamatan Seteluk Sumbawa Barat. Selaparang Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 3(2), 191–195.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 3 Tahun 2014 Tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, Pub. L. No. 3 (2014).

Kushartanti, R. (2012). Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS)(studi di Sekolah Dasar Negeri Brebes 3). Universitas Diponegoro.

Lestari. (2019). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Cuci Tangan pada Masyarakat Kelurahan Pegirian. Jurnal Promkes, 7(1), 1–11.

Natsir, M. F. (2018). Pengaruh Penyuluhan CTPS Terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa SDN 169 Bonto Parang Kabupaten Jeneponto. Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan (JNIK), 1(2).

Pogrebna, G., & Kharlamov, A. A. (2020). The Impact of Cross-Cultural Differences in Handwashing Patterns on the COVID-19 Outbreak Magnitude. Research Gate, March, 10. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.23764.96649

Downloads

Published

2021-07-11

Most read articles by the same author(s)