FARMASIS: Jurnal Sains Farmasi https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/farmasis <p>Jurnal Sains Farmasi (FARMASIS) adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Prodi Farmasi, Fakultas Sains Kesehatan Universitas Adi Buana. Artikel dalam jurnal ini dapat diakses dan diunduh secara online oleh publik.<br>Farmasis menerima artikel penelitian yang berfokus pada :<br><strong>Biologi farmasi, Kimia farmasi, Teknologi farmasi, Farmasi komunitas, Farmasi klinis</strong></p> <p>Farmasis mengundang para peneliti dan praktisi di bidang farmasi untuk menerbitkan karya penelitiannya dalam bentuk original article dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. Farmasis diterbitkan secara cetak dan online dengan frekuensi terbit 2 kali setahun (Maret dan September).</p> en-US farmasis@unipasby.ac.id (Nadya Ambarwati) farmasis@unipasby.ac.id (Diah Ayu Maharani) Sun, 31 Mar 2024 12:22:13 +0700 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Efek Antiinflamasi Ekstrak dan Tablet Daun Kenitu (Chrysophyllum cainito L. ) pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus) https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/farmasis/article/view/8614 <p><strong>Pendahuluan : </strong>Inflamasi pada persendian akibat kerusakan tulang rawan merupakan ciri dari osteoarthritis (OA). Osteoarthtritis adalah suatu penyakit degeneratif terkait dengan rendahnya kadar estrogen dalam tubuh. Senyawa fitoestrogen memiliki struktur yang sama seperti estrogen, sehingga fitoestrogen dapat menjadi alternatif dalam meredakan inflamasi pada OA. Daun kenitu (<em>Chrysophyllum cainito</em> L.) salah satu tanaman yang memiliki kandungan senyawa fitoestrogen. <strong>Tujuan: </strong>Untuk membuktikan ekstrak etanol 70 persen (EDC) dan tablet (TDC) yang diformulasikan dari daun <em>C. cainito</em> dapat mengurangi efek inflamasi pada tikus wistar jantan. <strong>Metode:</strong> Aktivitas antiinflamasi EDC dan TDC kemudian diuji pada tikus menggunakan metode edema kaki tikus yang diinduksi karagenan dengan dosis 4,05, 8,1, dan 16,2 mg tiap 200gBB tikus per hari untuk EDC, sedangkan untuk TDC 24,3, 48,6, dan 97,2 mg tiap 200gBB tikus per hari. Setelah pemberian masing-masing sampel selama 30 menit, tikus diinduksi secara subplantar dengan karagenan 1 persen kemudian diamati edema pada telapak kaki tikus selama 6 jam.<strong> Hasil:</strong> EDC dan TDC menunjukkan aktivitas antiinflamasi, dengan dosis optimal untuk EDC adalah 4,05 mg tiap 200gBB sedangkan, dosis optimal untuk TDC adalah 48,6 mg tiap 200gBB, sehingga menghasilkan persentase penghambatan edema pada tikus.<strong> Kesimpulan</strong>: Hasil tersebut menunjukkan bahwa CLE dan CLT mempunyai efek anti inflamasi sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat alternatif anti OA.</p> Burhan Ma'arif , Syafirda Arma'atu Sholekhah, Muhammad Nauval Nadhirul Fuadi, Meilina Ratna Dianti, Arief Suryadinata , Novia Maulina Copyright (c) 2024 FARMASIS: Jurnal Sains Farmasi https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/farmasis/article/view/8614 Sun, 31 Mar 2024 00:00:00 +0700 Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Polimer HPMC pada Sediaan Patch Transdermal Ekstrak Buah Stroberi (Fragaria vesca L.) https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/farmasis/article/view/8746 <p><strong>Latar Belakang:</strong> <em>Patch</em> transdermal merupakan pengobatan yang ditempelkan pada kulit tanpa menyentuh secara langsung. Hal ini diperlukan dalam pengobatan luka terbuka pada kulit yang rentan terjadinya infeksi oleh bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. Buah stroberi mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> yang dapat menyebabkan infeksi pada luka. Maka dilakukanlah penelitian ekstrak buah stroberi sebagai zat aktif untuk sediaan farmasi <em>patch</em> transdermal. <strong>Tujuan:</strong> untuk mengetahui karakteristik fisik, menentukan formula sediaan <em>patch</em> ekstrak buah stroberi (<em>Fragaria vesca</em> L.) dengan variasi konsentrasi HPMC sebagai polimer dalam sediaan <em>patch</em>, dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari <em>patch </em>ekstrak buah stroberi (<em>Fragaria vesca</em> L.) terhadap bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. <strong>Metode:</strong> Formulasi sediaan <em>patch</em> ekstrak buah stroberi menggunakan variasi konsentrasi HPMC 6, 8, dan 10 persen. Evaluasi terhadap sediaan <em>patch</em> meliputi organoleptis, keseragaman bobot, ketebalan, pH, ketahanan lipat, kelembapan dan stabilitas <em>freeze thaw</em>. <strong>Hasil:</strong> uji evaluasi diperoleh F1, F2, F3 <em>patch</em> transdermal ekstrak buah stroberi dengan karakteristik fisika dan kimia sediaan yang baik. <strong>Kesimpulan:</strong> formula optimum sediaan <em>patch</em> pada formula 3 dengan konsentrasi HPMC 10 persen, dan <em>patch</em> ekstrak buah stroberi (<em>Fragaria vesca</em> L.) tidak memiliki aktivitas antibateri <em>Staphylococcus aureus.</em></p> Fauzia Ningrum Syaputri, Maulidwina Bethasari, Aldi Muhammad Triana Copyright (c) 2024 FARMASIS: Jurnal Sains Farmasi https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/farmasis/article/view/8746 Sun, 31 Mar 2024 00:00:00 +0700 Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Diare Menggunakan Metode ATC/DDD di Puskesmas Kalisat Kabupaten Jember https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/farmasis/article/view/8777 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Diare merupakan masih menjadi masalah utama di seluruh dunia dan menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian di segala usia. Sebagian besar kasus diare disebabkan oleh virus bersifat <em>self limiting disease</em>. Namun sayangnya, diare menjadi salah satu penyakit yang rentan menyebabkan <em>overuse</em> dan <em>misuse</em> dari penggunaan antibiotik. Hal tersebut berpotensi meningkatkan resiko terjadinya resistensi antibiotik. Surveilans pola peresepan antibiotik merupakan bagian penting dalam pengendalian resistensi antibiotik dan perlu dilakukan secara secara rutin dari waktu ke waktu. <strong>Tujuan</strong>: Melakukan evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien diare di Puskesmas Kalisat Kabupaten Jember tahun 2021 menggunaakan metode ATC per DDD serta melihat kesesuiaan pemilihan antibiotik berdasarkan PPK tahun 2017. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini merupakan penelitian <em>cross sectional </em>dengan metode retrospektif. Pengambilan data dilakukan terhadap 55 rekam medis pasien diare rawat jalan di Puskesmas Kalisat Kabupaten Jember tahun 2021 yang memenuhi kriteria. Data penggunaan antibiotik dihitung nilai sesuai indikator DDD per 1000 pasien per hari, <em>Drug Utilization </em>(DU) 90 persen serta kesesuaian dengan PPK 2017. <strong>Hasil</strong>: Karakteristik responden menunjukkan jumlah pasien diare perempuan lebih banyak dibanding pasien laki-laki (63,64 persen vs 36,36 persen). Persentase diare terbanyak terjadi pada kelompok usia 18-25 tahun dan 36-45 tahun dengan persentase masing-masing sebesar 21, 82 persen serta diagnosis paling banyak adalah gastroenteritis akut (GEA) yaitu sebesar 67,27 persen. Total penggunaan antibiotik pada pasien diare sebesar 5,98 DDD per 1000 pasien per hari dengan antibiotik yang sering diresepkan adalah kotrimoksazol dengan nilai 3,59 DDD per 1000 pasien per hari dan menyusun 60,13 persen dari segmen DU 90 persen. Persentase kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien GEA sebesar 94,59 persen. Sedangkan untuk pasien dengan diagnosis disentri, persentase kesesuaian penggunaan antibiotik didapatkan sebesar 38,88 persen. <strong>Kesimpulan</strong>: Kotrimoxazol paling tinggi diresepkan dalam terapi diare di Puskesmas Kalisat Kabupaten Jember dan menunjukkan persentase 60,13 persen dalam segmen DU 90 persen, sehingga perlu adanya evaluasi terkait ketepatan penggunaan sebagai upaya untuk mengendalikan jumlah peresepan antibiotik tersebut guna mencegah resiko resistensi antibiotik.</p> Ema Rachmawati, Khoiriyah Haifa Husnun, Afifah Machlaurin, Ika Norcahyanti, Fransiska Maria Christianty, Dhita Evi Aryani Copyright (c) 2024 FARMASIS: Jurnal Sains Farmasi https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/farmasis/article/view/8777 Sun, 31 Mar 2024 00:00:00 +0700 Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalongan https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/farmasis/article/view/8688 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Hipertensi sering dianggap sebagai <em>silent killer</em> karena tidak menular dan tidak menimbulkan tanda atau gejala pada penderitanya, pada akhirnya berakibat kematian. Mengobati tekanan darah tinggi sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung dan gagal ginjal. Obat antihipertensi merupakan salah satu pilar terapi terpenting dalam pengobatan hipertensi, namun penelitian terkait gambaran penggunaan obat anti hipertensi di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan belum pernah dilakukan sebelumnya.<strong> Tujuan</strong>: untuk mengetahui obat antihipertensi apa saja yang diberikan pada pasien hipertensi rawat inap tanpa penyakit penyerta di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan metode pengumpulan data yang berupa data sekunder yaitu rekam medik periode Januari hingga Juli 2023. Sampel penelitian ini adalah pasien hipertensi rawat inap tanpa penyakit penyerta dan memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode <em>purposive</em> sampel. Data yang diperoleh dibuat dalam bentuk gambar dan tabel. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan 34 pasien memenuhi kriteria inklusi dan menerima pengobatan antihipertensi golongan CCB (64,29 persen), golongan <em>Beta Blocker</em> (1,20 persen), golongan ARB (11,90 persen), dan golongan diuretik (22,61 persen).</p> Intan Larasati, Rismi Fatoni Copyright (c) 2024 FARMASIS: Jurnal Sains Farmasi https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/farmasis/article/view/8688 Sun, 31 Mar 2024 00:00:00 +0700 Pengaruh Aplikasi Telemedicine Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/farmasis/article/view/8847 <p>Kualitas hidup merupakan persepsi setiap individu pada kehidupannya sesuai dengan nilai dan budaya yang berikatan dengan tujuan, harapan serta standar dari setiap individu. Kualitas hidup pasien diabetes melitus dalam peningkatannya membutuhkan penanganan yang kompleks. Oleh karena itu penggunaan dan penerapan aplikasi seluler seperti <em>telemedicine </em>dan teknologi informasi kesehatan mampu mengatasi tantangan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi <em>telemedicine</em> Diabestie dalam meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitus. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan desain <em>one group pre pestt-post test</em> metode sampling adalah<em> non-probability </em>dan teknik pengumpulan data dengan <em>total sampling</em>. Instrument yang dipakai adalah <em>Diabetes Quality Of Life Clinical Trial Questionnare</em> (DQLCTQ). Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari-Mei 2023 dengan pemberian intervensi penggunaan aplikasi <em>telemedicine</em> selama 1 bulan. Dari penelitian ini didapatkan total responden sebanyak 20 pasien yang memenuhi kriteria. Hasil uji statistik <em>paired t-test</em> menunjukkan nilai <em>p value </em>lebih kecil dari 0.05, yaitu 0.001. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa aplikasi <em>telemedicine</em> Diabestie memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitus.</p> Eka Fitria, Asri Wido Mukti, Dewi Perwito Sari Copyright (c) 2024 FARMASIS: Jurnal Sains Farmasi https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/farmasis/article/view/8847 Sun, 31 Mar 2024 00:00:00 +0700