Clustering Dan Visualisasi Bentuk Kota Di Jawa Timur

 Abstract views: 165

Authors

  • Firman Afrianto PT. Sagamartha Ultima
  • Annisa Dira Hariyanto PT. Sagamartha Ultima

DOI:

https://doi.org/10.36456/jpb.v2i2.5303

Keywords:

Bentuk Kota, Clustering, Entropy, Morfologi

Abstract

Morfologi kota yang pada awalnya didasarkan pada ilmu geografi merupakan studi yang mempelajari tentang bentuk kota. Bentuk kota dihasilkan dari proses yang panjang dengan adanya campur tangan manusia. Perkembangan kota yang terus menerus tanpa adanya pengendalian akan mengakibatkan munculnya bentuk kota yang tidak beraturan, tidak kompak dan memiliki orientasi yang tidak jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kota serta clustering bentuk-bentuk kota di Jawa Timur berbasis jaringan jalan sebagai sistem pelengkap utamanya. Identifikasi bentuk kota ditinjau dari tiga aspek meliputi compactness, sprawl dan orientation. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kota Batu mengalami urban sprawl paling tinggi dan Kota Blitar mengalami urban sprawl paling rendah. Hasil perhitungan Nearest Neighbor Index menunjukkan Kota Batu memiliki bentuk kekompakan kota yang paling rendah dan Kota Mojokerto memiliki bentuk kekompakan kota yang paling tinggi. Hasil perhitungan Z Score menunjukkan Kota Surabaya memiliki bentuk penyebaran kota yang paling rendah dan Perkotaan Magetan memiliki bentuk penyebaran kota yang paling tinggi. Nilai dari t-SNE menunjukkan empat klaster bentuk kota dengan tiga variabel memiliki korelasi yang kuat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardıçoğlu, R. (2021). The theoritical framework of urban morphology (Issue October).

Arsiya Ravari, A., & Mazloomi, M. (2015). A Framework for Urban Morphology with Respect to the Form. Armanshahr Architecture & Urban Development, 8(14), 91–103.

Boeing, G. (2019). Urban Spatial Order: Street Network Orientation, Configuration, and Entropy. Network Science, 3, 1–9. https://doi.org/e https://doi.org/10.1007/s41109-019-0189-1

Crooks, A. T., Castle, C., & Batty, M. (2007). Key Challenges in Agent-Based Modelling for Geo-Spatial Simulation (Vol. 44, Issue 0). www.casa.ucl.ac.uk

Ewing, R. (1997). Is Los Angeles Style Sprawl Desirable? APA Journal.

Gauthier, P., & Gilliland, J. (2006). Mapping urban morphology: A classification scheme for interpreting contributions to the study of urban form. Urban Morphology, 10(1), 41–50.

Hermand, S., & Quesada, M. G. (2019). Rethinking the Impact of Urban Form in Sustainable Urban Planning Policy. European Journal of Sustainable Development, 8(2), 325. https://doi.org/10.14207/ejsd.2019.v8n2p325

Jabareen, Y. R. (2006). Sustainable urban forms: Their typologies, models, and concepts. Journal of Planning Education and Research, 26(1), 38–52. https://doi.org/10.1177/0739456X05285119

Kropf, K. (2009). Aspects of urban form. Urban Morphology, 13(2), 105–120. https://doi.org/10.1002/9781118747711.ch3

Li, X., Qian, Y., Zeng, J., Wei, X., & Guang, X. (2022). Measurement of Street Network Structure in Strip Cities : A Case Study of Lanzhou , China.

Marina, M. N., & Mohd Noor, N. (2014). Urban morphology analysis by remote sensing and GIS technique, case study: Georgetown, Penang. 35th Asian Conference on Remote Sensing 2014, ACRS 2014: Sensing for Reintegration of Societies.

Mobaraki, A. (2022). A Conceptual Model for Assessing the Relationship between Urban Morphology and Sustainable Urban Form.

Moudon, A. V. (1997). Urban Morphology as an Emerging Interdisciplinary Field (Vol. 1, Issue 1, pp. 3–10). https://doi.org/10.1111/j.1469-8137.1956.tb05265.x

Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (2019). Data Dinamis Perekonomian Jawa Timur.

Ravari, A. A., & Mazloomi, M. (2014). Determination of “ FORM ” Attribute in Urban Morphology. 4(7), 122–126.

Rode, P., Keim, C., Robazza, G., Viejo, P., & Schofield, J. (2014). Cities and energy: Urban morphology and residential heat-energy demand. Environment and Planning B: Planning and Design, 41(1), 138–162. https://doi.org/10.1068/b39065

Sanders, P. (2008). PRESENTING THE PAST: THE IMPACT OF URBAN MORPHOLOGY IN SHAPING THE FORM OF THE CITY. 1–8.

Scheer, B. C. (2019). Urban Morphology as a Research Method. Planning Knowledge and Research, February, 167–181. https://doi.org/10.4324/9781315308715-11

Sitompul, C. M., & Roychansyah, M. S. (2018). Identifikasi Perkembangan Morfologi Kotalama Semarang. D007-D013. https://doi.org/10.32315/ti.7.d007

Tsai, Y. H. (2005). Quantifying urban form: Compactness versus “sprawl.” Urban Studies, 42(1), 141–161. https://doi.org/10.1080/0042098042000309748

Yunus, H. S. (2000). Struktur tata ruang kota. Pustaka Pelajar.

Downloads

Published

2022-04-29