PRIORITAS PENINGKATAN KAPASITAS PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN SMART GOVERNMENT

 Abstract views: 61

Authors

  • Rizky Arif Nugroho Institut Teknologi Kalimantan
  • Andi Atikah Melinda Septiana Institut Teknologi Kalimantan

DOI:

https://doi.org/10.36456/jpb.v2i2.5308

Keywords:

AHP, , Kapasitas, Pemerintah Daerah, Prioritas

Abstract

Kota Samarinda akan diarahkan menjadi Kota Samarinda yang berkelanjutan dengan pondasi smart city berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Samarinda 2005-2025. Hal ini didukung oleh terpilihnya Kota Samarinda dalam program Gerakan Menuju 100 Smart City di Indonesia. Kota Samarinda menyusun masterplan Samarinda Smart City Tahun 2017-2025 sebagai tindak lanjut program tersebut.  Oleh karena itu, maka perlu diketahui aspek prioritas dalam upaya peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam mewujudkan smart government. Dalam menganalisis faktor prioritas yang perlu ditingkatkan dalam upaya peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam mendukung smart city digunakan metode analisis Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan perhitungan analisis Analytical Hierarchy Process dari jawaban masing-masing responden yang menjadi sampel, diperoleh hasil variabel prioritas untuk dikembangkan dalam rangka peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam mendukung smart city adalah melalui reformasi peraturan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Annisah, Annisah. (2018). “Usulan Perencanaan Smart City : Smart Governance Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko*.” Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi Dan Komunikasi 8(1):59. doi: 10.17933/mti.v8i1.103.

Arikunto, Suharsimi.(2011).Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Dan Praktik. 6th ed. Jakarta: Rineka Cipta.

Bappenas. (2015). “Konsep Pengembangan Kota Cerdas Yang Berdaya Saing.”

Boyd Cohen. (2014). “Smart City Index Master Indicators Survey.”

Creswell, John W., and J. David Creswell. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Fifth edition. Los Angeles: SAGE.

Dwihastari, S., and A. Marom. (2017). “Analisis Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Pada Badan Kepegawaian, Pendidikan, Dan Pelatihan Kota Semarang.” Journal of Public Policy and Management Review 6(2):215–25.

I. P. A. E. Pratama. (2014). Smart City Beserta Cloud Computing Dan Teknologi-Teknologi Pendukung. Bandung: Informatika.

I. Z. Nasibu. (2009). “Penerapan Metode AHP Dalam Sistem Pendukung Keputusan Penempatan Karyawan Aplikasi Expect Choice.” Jurnal Pelangi Ilmu 2(5):110–89.

Jakarta Smart City. (2017). “Sistem Pendukung Indikator Smart Governance Di Jakarta Smart City.”

Leidel, M., S. Niemann, and N. Hagemann. (2012). “Capacity Development as a Key Factor for Integrated Water Resources Management (IWRM): Improving Water Management in the Western Bug River Basin, Ukraine.” Environmental Earth Sciences 65(5):1415–26. doi: 10.1007/s12665-011-1223-5.

Marimin. (2004). Teknik Dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Jakarta: Grasindo.

R. Giffinger, C. Fertner, H. Kramar, R. Kalasek, N. Pichler-Milanović, and E. Meijers. (2007). Smart Cities: Ranking of European Medium-Sized Cities. Vienna, Austria: Vienna University of Technology.

Ratnasari, Jenivia Dwi, Mochamad Makmur, and Heru Ribawanto. (2013). “Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten

Downloads

Published

2022-04-29