Jurnal Plano Buana https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/jurnal_plano_buana <p>Jurnal Plano Buana ini merupakan jurnal akses terbuka yang berfokus pada kajian ilmiah yang ditujukan pada studi perencanaan dan pembangunan wilayah dan kota. Tema jurnal Plano Buana ini menekankan pada perencanaan wilayah dan kota, perancangan kota, perencanaan partisipasi, transportasi, pengembangan Kawasan pesisir, mitigasi bencana, perencanaan pariwisata, perencanaan&nbsp; pedesaan, konservasi kota dan sistem informasi perencanaan.</p> <p>Jurnal Plano Buana dipublikasikan setiap 6 bulan yaitu April dan Oktober. Jurnal ini dipublikasikan oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas PGRI Adi Buana Surabaya</p> Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya en-US Jurnal Plano Buana 2746-2218 Pengembangan Kawasan Wisata Waduk Gondang Berbasis Faktor Minat Masyarakat https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/jurnal_plano_buana/article/view/6245 <p><em>Potensi wisata di kabupaten Lamongan berupa potensi wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan. Salah satu potensi wisata alam yang menjadi prioritas pengembangan pariwisata adalah Kawasan wiata alam Waduk Gondang. Tujuan kajian ini &nbsp;adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk berkunjung serta arahan peningkatan minat masyarakat untuk berkunjung ke kawasan wisata Waduk Gondang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis faktor dan Analisis Hirarki Process (AHP) &nbsp;dengan pengumpulan data secara observasi dan dokumentasi serta penyebaran kuisioner. Hasil dari penelitian menunjukan atraksi di Waduk Gondang berupa wisata perahu dan wahana bermain anak, objek wisata berjarak dari pusat kota 22 km dengan melewati Jalan Kedungpring. Fasilitas di objek wisata Waduk Gondang berupa toilet umum, mushola, tempat parkir baik bagi sepeda motor dan mobil, rest area dan loket bagi pengunjung. Terdapat lima faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk berkunjung ke kawasan wisata Waduk Gondang di Desa Gondang Lor Kabupaten Lamongan adalah daya tarik wisata, prasarana transportasi, aksesbilitas wisata, ketersediaan sarana penunjang pariwisata, dan ketersediaan fasilitas umum pariwisata. Arahan pengembangan kawasan wisata Waduk Gondang prioritas 1 berupa pengembangan daya tarik wisata, prioritas 2 arahan pengembangan aksesbilitas wisata, dan prioritas 3 arahan pengembangan sarana penunjang pariwisata. Ketiga prioritas dapat dihasilkan menjadi kebijakan penting yang harus diperhatikan dalam arahan pengembangan kawasan wisata berdasarkan faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk berkunjung ke Waduk Gondang</em></p> Anak Agung Sagung Alit Widyastuti Muhammad Baharuudin Yusuf Fanani Copyright (c) 2022 Jurnal Plano Buana 2022-11-01 2022-11-01 3 1 01 09 STRATEGI PEMBANGUNAN KAWASAN EKONOMI PERDESAAN BERBASIS MASYARAKAT https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/jurnal_plano_buana/article/view/6201 <p><em>Pengembangan kawasan agropolitan sekarang ini menjadi tren tersendiri untuk dikembangkan di wilayah perdesaan. Tercapainya pembangunan ekonomi perdesaan yang kuat dan berkelanjutan melalui konsep agropolitan maupun agrowisata merupakan sebuah kolaborasi yang efektif antara pemanfaatan sumberdaya yang ada, masyarakat dan pemerintah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi, kelembagaan lokal dan konsep keterpaduan pengembangan kawasan agropolitan di Desa Srimartani dan Agrowisata di Desa Bumiaji. Tingkat partisipasi masyarakat pada kawasan agropolitan Desa Srimartani dan Kawasan Agrowisata Desa Bumiaji telah mencapai tataran citizen power. Tingkat partisipasi yang tinggi tersebut ditunjang dari keaktifan kelembagaan lokal yang memiliki kekuatan pada kepercayaan, norma dan jaringan sehingga menghasilkan kelembagaan lokal yang berkelanjutan (sustain). Pengambilan keputusan perencanaan pembangunan yang melahirkan kepentingan publik sudah selayaknya perlu dilakukan dengan mempedulikan nilai–nilai yang dimiliki masyarakat lokal.&nbsp;&nbsp; </em></p> Mirza Permana Copyright (c) 2022 Jurnal Plano Buana 2022-11-01 2022-11-01 3 1 10 22 10.36456/jpb.v3i1.6201 STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA MEJONO KABUPATEN KEDIRI BERBASIS EKONOMI KREATIF https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/jurnal_plano_buana/article/view/6297 <p><em>Kabupaten Kediri memiliki potensi wisata salah satunya berlokasi di Desa Wisata Mejono. Desa Wisata Mejono memiliki karakteristik khusus sebagai desa wisata meliputi beberapa destinasi wisata dan produk unggulan yang berkearifan lokal. Namun, pengembangan Desa Wisata Mejono masih kurang optimal dalam berkontribusi meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, sekaligus untuk penguatan ekonomi lokal dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan arahan pengembangan Desa Wisata Mejono Kabupaten Kediri berbasis ekonomi kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik analisis skala likert dan SWOT. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data sekunder dan primer melalui sebar kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan Desa Wisata Mejono telah memiliki beberapa aspek kelengkapan sebagai Desa Wisata diantaranya aspek daya tarik wisata (attraction), fasilitas pendukung (amenity), kelembagaan (anciliarry), aksesbiitas (accesbility), keterlibatan masyarakat (community involvement), promosi dan informasi (promotion and information). Terdapat tujuh potensi subsektor ekonomi kreatif yaitu arsitektur; desain interior; desain komukasi visual; film, animasi dan video; fotografi; kuliner; dan periklanan. Strategi yang didapat dari analisis SWOT untuk pengembangan desa wisata Mejono tersebut adalah dengan bersinergi atau kolaborasi dengan stakeholder terkait secara pentahelix dimana pengelola desa wisata secara aktif mengupayakan untuk bermitra dengan pihak akademisi, pelaku usaha, komunitas wisata/ masyarakat setempat, pemerintah desa/ pemerintah kabupaten, dan media massa.</em></p> Suning Silvia Hawanayu Rahmadhany Copyright (c) 2022 Jurnal Plano Buana 2022-11-01 2022-11-01 3 1 22 33 10.36456/jpb.v3i1.6297 PERANCANGAN WEBGIS JALUR EVAKUASI BENCANA DI GUNUNG KELUD KABUPATEN BLITAR https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/jurnal_plano_buana/article/view/5181 <p><em>Pengabdian masyarakat ini adalah lanjutan dari penelitian sebelumnya tahun 2020. Dalam penelitian sebelumnya, peneliti telah mengidentifikasi jalur evakuasi bencana sehingga pada tahun 2021 ini akan dilaksanakan perancangan webgis jalur evakuasi bncana. Gunung Api Kelud merupakan salah satu gunung aktif yang berada di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2014 terjadi erupsi Gunung Kelud yang menyebabkan 7 jiwa meninggal dan puluhan ribu jiwa harus mengungsi. Upaya meminimalisir risiko bencana dapat dilakukan dengan dilakukannya penentuan jalur evakuasi bencana Gunung Kelud. Dalam mengoptimalkan hasil kajian, dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengambil keputusan dan merumuskan tindakan prioritas pengurangan risiko bencana. Penentuan jalur evakuasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analytic hierarchy process. Berdasarkan hasil kajian ini, dihasilkan bahwa Desa Maliran di Kecamatan Ponggok, Desa Semen dan Desa Soso di Kecamatan Gandungsari merupakan tempat evakuasi sementara terpanjang di Kabupaten Blitar. Adapun hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk perencanaan kawasan Kabupaten Blitar yang berbasis pengurangan risiko bencana.</em></p> Widiyanto Hari Subagyo Annisaa Hamidah Imaduddina Agustina Nurul Hidayati Copyright (c) 2022 Jurnal Plano Buana 2022-11-01 2022-11-01 3 1 34 43 10.36456/jpb.v3i1.5181 Kajian Penumbuhan Kawasan Strategis Tanjungsari Dan Pakunden Kota Blitar https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/jurnal_plano_buana/article/view/6296 <p><em>Sebagai kota dengan beragam daya tarik&nbsp; wisata, Kota Blitar menerima kunjungan&nbsp; wisatawan dari dalam Kota Blitar maupun luar Kota Blitar. Wisatawan dari luar Kota Blitar pada umumnya melewati Kelurahan&nbsp; Tanjungsari dan Pakunden sebagai pintu masuk ke Kota Blitar dari arah barat. Kedua kelurahan&nbsp; ini merupakan bagian dari BWP IV (RDTR BWP Kota Blitar 2017-2037) dan direncanakan untuk pengembangan agrowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi lokasi Kelurahan&nbsp; Tanjungsari dan Kecamatan Pakunden sebagai penunjang pariwisata di Kota Blitar dengan menggunakan metode deskriptif dan mengoptimalkannya menggunakan matriks Strenghts, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT). Berdasarkan hasil analisis, konsep pengembangan kawasan Kelurahan Tanjungsari dan Pakunden dapat direncanakan sebagai Kawasan Pendukung Kegiatan Pariwisata di Kota Blitar. Arahan pengembangan berikut dilakukan sesuai dengan rencana kegiatan pengembangan, antara lain mengembangkan konektivitas dengan daya tarik wisata utama di Kota Blitar, menumbuhkan showroom produk khas daerah, dan mengembangkan berbagai kegiatan pariwisata berbasis potensi daerah.</em></p> Nindya Sari Dian Indah Shofarini Copyright (c) 2022 Jurnal Plano Buana 2022-11-01 2022-11-01 3 1 44 52 10.36456/jpb.v3i1.6296 ANALISIS SPATIOTEMPORAL KETAHANAN PENDUDUK TERHADAP COVID-19 DI KABUPATEN SLEMAN https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/jurnal_plano_buana/article/view/6215 <p><em>Kabupaten Sleman merupakan wilayah di Provinsi DIY dengan jumlah penderita Covid yang terbesar, yaitu 34,64% dari total penderita Covid-19 di DIY pada tanggal 6 Maret 2022. Selain itu, Kabupaten Sleman merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi DIY. Proporsi jumlah penduduk di Kabupaten Sleman terhadap penduduk Provinsi DIY adalah 30,61%. Sehingga memiliki mobilitas dan interaksi yang berpotensial menjadi lokasi penularan Covid-19. Sementara itu, beberapa penelitian banyak berfokus pada aspek ekonomi dan sosial. Sedangkan dalam ilmu penataan ruang masih jarang memperhatikan aspek penangan bencana penyakit seperti covid-19 ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan penduduk terhadap pandemi Covid-19 berdasarkan tipologi spasial dengan studi kasus yakni Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, pendekatan spasial dan sosial, serta metode analisis kuantitatif (crosstab/tabulasi silang). Hasil dari penelitian ini adalah peta ketahanan penduduk terhadap bencana pandemi Covid-19 di Kabupaten Sleman, peta tipologi spasial berdasarkan kebutuhan layanan dalam masa pandemi, dan peta clustering ketahanan penduduk berdasarkan tipologi spasial.</em></p> Ericko Yanuar Aditya Putra Mardiana Niken Copyright (c) 2022 Jurnal Plano Buana 2022-11-01 2022-11-01 3 1 53 59 10.36456/jpb.v3i1.6215