KORELASI KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN LDL SERUM TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SALAM (Eugenia polyantha)

 Abstract views: 435

Authors

  • Putu Oky Ari Tania
  • I Kadek Putra Dwipayana
  • Kadek Adi Sudarmika

DOI:

https://doi.org/10.36456/stigma.vol11.no01.a1509

Abstract

Penggunaan herbal belakangan banyak ditemukan, terutama sebagai tanaman obat. Daun salam (Eugenia polyantha) adalah herbal yang banyak digunakan sebagai obat.  Daun salam memiliki bahan aktif flavonoid, tannin dan vitamin B3 (niasin). Banyak penelitian menyatakan bahwa daun salam bermanfaat sebagai antikolesterol. Hiperkolesterol dapat terjadi dari asupan makanan tinggi lemak yang berkorelasi terhadap terjadinya aterosklerosis dan bermacam masalah kesehatan lainnya. Aterosklerosis sangat terkait dengan peningkatan kadar LDL. Tingginya kadar LDL sebagai faktor risiko aterosklerosis. oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kolesterol dan LDL pada tikus hiperkolesterol yang diobati dengan ekstrak daun salam. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan hewan coba ditikus jantan yang dibagi mejadi 4 kelompok yaitu KP, KN, P1, dan P2 semua tikus dikondisikan hiperkolesterolemia dengan pemberian diet tinggi lemak. P1 dan P2 adalah kelompok tkus hiperkolesterolemia yang diberikan ekstrak daun salam masing-masing dosis 0,72 dan 1,80 gram. Pada akhir perlakuan semua kelompok diterminasi dan diisolasi darahnya untuk dihitung kadar kolesterol total dan LDL pada tiap ekor tikus. Pada KP; KN; P1 dan P2 didapatkan rerata kadar kolesterol total adalah 37,4; 36,6; 44,8; dan 32,4 mg/dL, sedangka kadar LDL serum adalah 27,8; 23,8; 31,8 dan 25. Hasil uji statistik dengan korelasi Pearson menunjukkan signifikansi (2-tailed) sebesar 0,007 dan Pearson Correation sebesar 1. Dapat disimpulkan bahawa ada korelasi yang kuat antara kadar kolesterol total dan kadar LDL pada serum.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

14-05-2018

Issue

Section

Artikel