PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN AMONIA PADA LIMBAH CAIR RUMAH POTONG AYAM (RPA) DENGAN SISTEM BIOFILTER ANAEROB

 Abstract views: 1534

Authors

  • Muhammad Al Kholif

DOI:

https://doi.org/10.36456/waktu.v13i1.54

Keywords:

ammonia, Limbah Cair RPA, Media Bioball.

Abstract

Karakteristik limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan industri RPA sangat bervariasi. kandungan bahan organik tinggi disertai konsentrasi bahan padat dan lemak yang relatif tinggi mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Limbah rumah potong ayam umumnya mengandung zat pencemar seperti BOD, COD dan Amonia ynag tinggi. Kandungan ammonia pada limbah rumah potong ayam umumnya melebihi baku mutu yang sudah ditetapkan. Tujuannya adalah mengetahui kemampuan biofilter anaerobik dalam menurunkan kandungan amonia pada air limbah RPA. Sampel diambil langsung pada bak pencucian ayam setelah bulu tercabut. Media yang digunakan dalam penelitian ini yaitu media bioball dan media pecahan batu kali untuk menurunkan beban pencemar amonia pada air limbah RPA dengan sistem biofilter anaerob tercelup aliran upflow. Reaktor yang digunakan dalam percobaan ini adalah terdiri dari 4 reaktor dengan ukuran berbeda-beda. Pada reaktor pertama dan kedua memiliki volume 0,04 m3 dan pada reaktor ke tiga dan ke empat bervolume 0,018 m3. Efisiensi penyisihan kandungan amonia disimpulkan bahwa penerapan media bioball lebih besar menyisihkan kandungan amoni dari pada media pecahan batu kali yaitu lebih dari 90%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amorim A.K.B, de Nardi I.R, Del Nery V. Water Conservation and Effluent Minimization : Case

Study of a poultry Slaughterhouse. Resources, Conservation and Recycling 51 (2007) 93100.

Bewick. M.W.M. 1980. Handbook of Organic Waste Convertion Litton Educational Publishing, Inc.

New York.

Bolu, S.A. dan A. Adakeja. 2008. Effects of poultry offal meal and soyabean meal mixtures on the

performance and carcass quality of broiler chicks. African J. Food, Agric. Nutr. and

Develop. 8(4): 441 – 550.

De Nardi,I.R., V. Del Nery, A.K.B. Amorim, N.G. dos Santos, F. Chimenes, Performances of SBR,

Chemical–DAF and UV Disinfection for Poultry Slaughterhouse Wastewater Reclamation,

Desalination, 269 (2011) 184-189.

Del Nery V, Damianovic MHZ, Barros FG. The Use of an Upflow Anaerobic Sludge Bl anket Reactor

in the Treatment of Poultry Slaughterhouse Wastewater. Water Sci Technol 2001a; 44 (4)

: 83 – 89.

Effendi, Hefni. 2003. Talaah Kualitas Air : Bagi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan

Perairan. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.

Gavala, H. N., Skiadas, I. V., Nikolaos, A. B., Lyberatos, G. (1996) Anaerobic digestion of

agricultural industries wastewaters. Water Science and Technology, 34 (11), 67–75.

Johns, M. R. (1995). Developments in Wastewater Treatment in the Meat Processing Industry: A

review. Bioresource Technology, 54, 203-216.

Keller, J., Subramaniam, K., J. Gösswein, P.F. Greenfield, 1997. Nutrient Removal from Industrial

Wastewater Using Single Tank Sequencing Batch Reactors, Water Sci. Technol. 35 (6)

(1997) 137–144.

Kusnoputranto, H. 1995. Limbah Industri dan B-3 Dampaknya terhadap Kualitas Lingkungan dan

Upaya Pengelolaannya. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Univ. Mulawarman.

Laksono, M.S. dan Kariana, M. 2010. Peningkatan Produktivitas dan Kinerja Lingkungan dengan

Pendekatan Green Productivity Pada Rumah Pemotongan Ayam. Jurnal Fakultas

Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Masse, D.I., Masse, L. 2001. The Effect of Temperature on Slaughterhouse Wastewater Treatment

in Anaerobic Sequencing Batch Reactors, Bioresour. Technol. 76 (2001) 91–98.

Nunez L.A., B. Martinez. Anaerobic Treatment of Slaughterhouse Wastewater in an Expanded

Granular Sludge Bed (EGSB) Reactor, Water Sci. Technol. 40 (1999) 99 - 106.

Published

2016-03-23

How to Cite

Kholif, M. A. (2016). PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN AMONIA PADA LIMBAH CAIR RUMAH POTONG AYAM (RPA) DENGAN SISTEM BIOFILTER ANAEROB. WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA, 13(1), 13–18. https://doi.org/10.36456/waktu.v13i1.54