Kursi Ergonomis Untuk Menurunkan Kelelahan Tenaga Kerja SPBU Berdasarkan Fluktuasi Asam Laktat dan Glukosa Dalam Darah

 Abstract views: 262

Authors

  • Gempur Santoso Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36456/waktu.v11i1.893

Keywords:

posisi berdiri tegak, posisi berdiri setengah duduk, kelelahan, asam laktat, glukosa, kursi ergonomis, tenaga kerja SPBU.

Abstract

Tenaga kerja Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bekerja terus menerus dan
lama, posisi kerja seperti itu sangat melelahkan. Populasi penelitian ini adalah operator SPBU di
Kota Surabaya. Besar sampel penelitian 11 orang terdiri laki-laki 6 orang dan perempuan 5 orang.
Usia responden berkisar 20 tahun sampai dengan 36 tahun.
Terdapat dua kelompok penelitian yakni kelompok A bekerja posisi berdiri tegak, dan
kelompok B bekerja posisi berdiri setengah duduk dengan memakai kursi ergonomis. Data
penelitian diambil dengan mengukur konsentrasi asam laktat dan glukosa dalam darah setelah
kerja secara laboratories. Analasis data dilakukan secara deskriptif kualitatif.
Kesimpulan: tenaga kerja SPBU menggunakan kursi ergonomis posisi kerja berdiri
setengah duduk lebih tidak melelahkan (nyaman) 2,17 % (selisih asam laktat 0,03 mmol/L)
dibanding posisi berdiri tegak, energy tubuh masih lebih banyak 4,22 % (selisih glukosa 3,83
mg/dL) dibanding posisi berdiri tegak. Saran: agar tenaga kerja SPBU tidak lagi bekerja posisi
berdiri secara terus menerus, perlu duduk di kursi ergonomis menghadap pompa bahan bakar
minyak (BBM),

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anna Poedjiadi, Dasar-dasar biokimia, UI-Press, Jakarta, 1994:274-275.

Becker M. Wayne, Jane B. Reece and Martin F. Poenie, The world of the cell, Third edition, TheBenjamin/comings publishing company, 1999: 296-325.

Ethel Slonane, Anatomi dan Fisiologi Pemula, Catakan I, EGC, 2004:150

Ganong F, William, Fisiologi Kedokteran, EGC, Edisi 17, !977

Gempur Santoso, Deteksi Kelelahan pada kerja bubut posisi berdiri terhadap fluktuasi asamlaktat dan glukosa, Wahana volume 51 no. , Juni 2008: 19-26.

Guyton C. Arthur & Hall E. John, Fisiologi kedokteran (textbook of medical physiology), EGC,1997: 91-105.

Nederhand J. Marc, Cervical muscle dysfunction in the chronic whiplash associated grade II (WAP II), Spine Vol. 25, 2000: 1938-1943.

Peter A. Mayes, Glikolisis dan oksidasi piruvat, Biokimia Harper, Edisi 24, EGC, Jakarta, 1999:181-189.

Totok Budi Santoso, Pengaruh posisi kerja terhadap timbulnya nyeri punggung bawah pada

pengrajin rotan di desa Trangsan kabupaten Sukoharjo, Infoke Vol 8 no 1 – Maret –

September 2004.

Thompson W, Clem, Manual of structural kinesiology, The CV. Mosby company, Ninth edition,

London, 1981: 3-25, 111, dan 122-123.

Yassierli, Iftikar Z. Sutalaksana, Evaluasi dan analisis postur kerja dalam sistem kerja

permeinan konvensional Indonesia, Proceeding Seminar Nasional Ergonomi 2000 – (162-166)

Published

2013-01-15

How to Cite

Santoso, G. (2013). Kursi Ergonomis Untuk Menurunkan Kelelahan Tenaga Kerja SPBU Berdasarkan Fluktuasi Asam Laktat dan Glukosa Dalam Darah. WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA, 11(1), 1–4. https://doi.org/10.36456/waktu.v11i1.893