DAMPAK KONVERSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI (Studi Kasus: Jalur Pantura Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang )

 Abstract views: 443

Authors

  • Linda Dwi Rohmadiani Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36456/waktu.v9i2.918

Keywords:

: dampak, konversi lahan pertanian, kondisi sosial ekonomi petani

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan  dampak konversi lahan pertanian terhadap
kondisi sosial ekonomi petani dari aspek struktur mata pencaharian, kepemilikan lahan pertanian, dan
migrasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan
kualitatif dan kuantitatif.Trend konversi lahan di wilayah studi dari tahun 1997 ke tahun 2006 berupa
berkurangnya sawah sebesar 34,48%, tambak sebesar 2,75%, kebun campuran sebesar 2,03%, dan
hutan sebesar 0,2%. Faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan adalah arah
kebijakan pengembangan wilayah Kecamatan Pamanukan. Dampak dari konversi lahan pertanian
adalah perubahan struktur mata pencaharian dimana semakin meningkatnya penduduk bekerja di
sektor sekunder dan tersier, semakin ditinggalkannya sektor mata pencaharian primer yang dulunya
merupakan sektor dominan, dan semakin banyak penduduk yang memiliki pekerjaan tambahan
sebagai pedagang, buruh dan TKW. Perubahan luas kepemilikan lahan pertanian dimana semakin
banyak jumlah petani  non pemilik lahan pertanian dibandingkan petani pemilik lahan dengan
perbandingan 5 : 1. Penyusutan lahan pertanian juga menyebabkan 17,89% petani berubah mata
pencaharian ke sektor sekunder ataupun tersier, dan peningkatan migrasi keluar yang dilakukan oleh
keluarga petani sebesar 41,05%. Jumlah migrasi masuk semakin meningkat dari tahun ke tahun
seiring dengan konversi lahan pertanian, selain itu konversi lahan juga mempengaruhi jumlah migrasi
keluar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anonim (2000). Data Isian Profil Desa Se-Kecamatan Pamanukan Tahun 2000.

Anonim (2006). Data Isian Profil Desa Se-Kecamatan Pamanukan Tahun 2006.

Anonim (1998). Rencana Detail Tata Ruang Kota Pamanukan Tahun 1997-2012.

Anonim (2001). Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Subang Tahun 2001-2011.

Anwar, Effendi(1993)Dampak Alih Fungsi Lahan Sawah Menjadi Lahan Non-Pertanian Di Sekitar

Wilayah Perkotaan, Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, ITB, No. 10/Desember

Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang. (1997), Kabupateng Subang Dalam Angka Tahun 1997.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang. (2001), Kabupateng Subang Dalam Angka Tahun 2001.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang. (2002), Kabupateng Subang Dalam Angka Tahun 2002.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang. (2003), Kabupateng Subang Dalam Angka Tahun 2003.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang. (2004), Kabupateng Subang Dalam Angka Tahun 2004.

Edrijani (1994), Alih Fungsi Lahan Dan Marjinalisasi Di Wilayah Jalur Bandung-Soreang, Tugas Akhir

Pada Jurusan Teknik Planologi, ITB.

Fauzia, Lily

(2007)Pengaruh Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Sosial Ekonomi Pertanian.

Tesis. Universitas Sumatera Utara Medan.

Kustiwan, Iwan

(1996), Kajian Permasalahan Dan Kebijaksanaan Pengendalian Konversi Lahan

Pertanian Di Wilayah Pantai Utara Pula Jawa, Tesis Pada Program Magister Studi

Pembangunan, ITB

Pasaribu, Sahat M., Reni Kustiari, dan Waluyo

(2000

)Arah Dan Pola Migrasi Tenaga Kerja Di

Pedesaan, Makalah Pada Prosiding Penetian Sosial Ekonomi Pertanian IPB

Saefulhakim, R.S. dan L.I. Nasoetion

(1996

), Kebijaksanaan Pengendalian Konversi Sawah Beririgasi

Teknis. Makalah Pada Prosiding No. 12 Penetian Tanah IPB

Published

2011-07-15

How to Cite

Rohmadiani, L. D. (2011). DAMPAK KONVERSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PETANI (Studi Kasus: Jalur Pantura Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang ). WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA, 9(2), 71–81. https://doi.org/10.36456/waktu.v9i2.918