https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/waktu/issue/feed WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA 2022-08-03T10:45:33+07:00 Dian Majid majid@unipasby.ac.id Open Journal Systems <p>WAKTU is published twice a year in January (no.1) and July (no.2), WAKTU is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from various engineering disciplines. The articles published in WAKTU include original scientific research results (top priority), new (not priority) scientific review articles, or comments or criticisms of scientific papers published by WAKTU. This journal receives manuscripts or articles in engineering from various academics and researchers both nationally and internationally. Articles published in WAKTU are articles that have been reviewed by Peer-Reviewers. The decision on the acceptance of a scientific article in this journal shall be the right of the Board of Editors based on recommendations from Peer-Reviewers. Since 2010, waktu only accepts articles derived from original research results (top priority), and new (not priority) scientific review articles.</p> https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/waktu/article/view/5909 THE USAGE OF EIGEN VALUE AND VECTOR TO DETERMINE THE PRIORITY OF FACTORS IN INDONESIAN BATIK PURCHASE 2022-07-08T03:12:22+07:00 Manik Ayu Titisari manikayu@unipasby.ac.id Yunia Dwie Nurcahyanie manikayu@unipasby.ac.id Yanatra Budi Pramana manikayu@unipasby.ac.id Yitno Utomo manikayu@unipasby.ac.id <p>Modern batik is one of the fashion trends that are always in demand by the market. When choosing batik, many factors are considered including the type of batik (writing or stamp), fabric material, motif, quality, color, price, and design (model). Of all these factors, the most influencing people in buying batik are prices, motifs, colors, and designs (models). This study used Eigen Values and Vectors to determine the priority of factors that influence batik purchases. To find out the factors that are most in demand by the market among the four factors (price, motif, color, and design), the study was conducted by providing a questionnaire containing a comparison between one factor and another. Respondents write down which factors to choose and give weight to each choice. The next step is to calculate the eigen values and make a decision based on the normalized eigen vector.</p> 2022-08-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/waktu/article/view/5893 PENURUNAN KADAR COD DAN LOGAM MERKURI (HG) LIMBAH CAIR LABORATORIUM DENGAN ELEKTROKOAGULASI 2022-07-06T16:59:47+07:00 Savana Yolanda Jannatin Majid sugito@unipasby.co.id Sugito Sugito sugito@unipasby.co.id <p>Limbah cair laboratorium mengandung logam berat, BOD, COD dan TSS termasuk pada limbah laboratorium kimia lingkungan yang digunakan oleh Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Salah satu metode alternative yang dapat digunakan adalah Elektrokoagulasi. Proses Elektrokoagulasi dilakukan dengan mengalirkan listrik dalam reaktor menggunakan elektroda hingga terjadi proses reduksi dan oksidasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh waktu kontak dan besarnya tegangan dalam menurunkan COD dan Hg sebelum dan sesudah diolah dengan proses Elektrokoagulasi. Proses elektrokoagulasi dilakukan menggunakan system batch dan variabel penelitian ini menggunakan variasi tegangan yaitu 25 volt dan 30 volt dan variasi waktu kontak yaitu 180 menit dan 240 menit dengan jarak antar plat Alumunium 1 cm terdiri dari 10 plat. Hasil penelitian ini menunjukkan Elektrokoagulasi mampu menurunkan parameter COD dan Hg pada limbah cair laboratorium dengan hasil maksimal diperoleh pada variabel tegangan 30 volt dengan waktu kontak 240 menit. Variasi tegangan dan waktu kontak pada proses Elektrokoagulasi mempengaruhi terhadap penurunan parameter COD sebesar 90,11% dan Hg sebesar 99,77%.</p> 2022-08-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/waktu/article/view/6044 PENURUNAN BOD, COD DAN TSS PADA LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN KOMBINASI FLOATING WETLAND DILANJUTKAN CONSTRUCTED WETLAND 2022-08-03T10:45:33+07:00 Syavira Nurlita Hadi tekling@unipasby.ac.id Pungut Pungut pungutasmoro@unipasby.ac.id <p>Seiring laju perkembangan penduduk di Indonesia yang semakin meningkat tiap tahunnya, meningkat pula jumlah kebutuhan air bersih yang digunakan mengakibatkan volume air limbah yang dihasilkan cukup melimpah terutama di perkotaan salah satunya adalah limbah domestik. Limbah domestik mengandung bahan organik dan anorganik maupun gas yang terkandung dalam limbah cair rumah tangga dapat mencemari lingkungan serta menyebabkan berbagai penyakit. Limbah cair yang dihasilkan biasanya memiliki nilai konsentrasi Biochemical Oxygen Demand&nbsp; (BOD), Chemical Oxygen Demand&nbsp; (COD), dan Total Suspended Solids (TSS) yang cukup tinggi. Dengan adanya permasalahan yang terjadi, maka salah satu solusi upaya untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran limbah domestik adalah kombinasi floating wetland menggunakan tanaman eceng gondok dilanjutkan sistem lahan basah (Constructed Wetland) menggunakan tanaman bambu air dan melati air untuk menurunkan konsentrasi BOD<sub>5</sub>,COD dan TSS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menurunkan konsentrasi BOD<sub>5</sub>, COD dan TSS pada limbah domestik. Parameter awal pada limbah domestik kadar BOD<sub>5</sub> rata-rata sebesar 210,67 mg/L, COD rata-rata sebesar 399,22 mg/L dan TSS rata-rata sebesar 249,33 mg/L. Setelah diolah pada reaktor A (Floating wetland + Constructed wetland (Bambu Air)), mampu turun menjadi rata-rata kadar BOD5 sebesar 76,33 mg/L, COD sebesar 144,11 mg/L L dan TSS sebesar 67,33 mg/L. Sedangkan pada reaktor B (Floating wetland + Constructed wetland (Melati Air)), mampu turun menjadi rata-rata kadar BOD5 sebesar 60,67 mg/L, COD sebesar 129,44 mg/L dan TSS sebesar 44,00 mg/L. Hasil yang diperoleh efisiensi penurunan kadar BOD5,COD dan TSS tertinggi terjadi pada reaktor B (Floating wetland + Constructed wetland (Melati Air)), BOD5 sebesar 53,76% atau 60,67 mg/L, COD sebesar 44,57 % atau 129,44 mg/L dan TSS sebesar 57,47 % atau 44,00 mg/L.</p> 2022-08-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/waktu/article/view/5876 ANALISIS CRITICAL TO QUALITY (CTQ) PADA PERCETAKAN KORAN DI PT TEMPRINA MEDIA GRAFIKA (JAWA POS GROUP) 2022-07-06T16:50:52+07:00 Yitno Utomo yitno@unipasby.ac.id Muhamad Abdul Jumali abduljumali@unipasby.ac.id Diva Nalurita Salsabila divanalurita11@gmail.com <p>PT. Temprina Media Grafika (Jawa Pos Group) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan atau grafika. Konsep pengendalian kualitas menjadi bagian terpenting karena Koran atau media cetak merupakan produk dengan proses produksi paling cepat. Analisis Critical to Quality digunakan untuk mengidentifikasi berbagai macam kecacatan yang dicatat dalam suatu produksi produk. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan berapa jumlah Critical to Quality (CTQ) pada kecacatam Koran dan bentuk perbaikannya. Menentukan peta kontrol (Control Chart) dari kejadian kecacatan yang ada pada Koran di PT. Temprina Media Grafika (Jawa Pos Group). Hasil penelitian ini CTQ (Critical to Quality dalam diagram pareto mencatat 4 kecacatan paling dominan, yaitu ; cetakan kotor sebanyak 3.148 sekitar (23%), register sebanyak 2.579 sekitar (18%), Kerataan tinta sebanyak 2.464 sekitar (18%), dan cetakan ghosting sebanyak 2.368 sekitar (17%). Peta kontrol dalam Critical to Quality menunjukkan yang mengalami out of control terdiri dua bagian yaitu; Pertama, cetakan kotor melebihi batas atas peta kontrol (Upper Control Limit) yang bernilai 303,08 dengan rata-rata kecacatan (Average) sebesar 197. Kedua, kerataan tinta dengan rentang poin kecacatan melebihi batas atas peta kontrol (Upper Control Limit) yang bernilai 293,62 dengan rata-rata kecacatan (Average) sebesar 200,43. Peta kontrol dalam Critical to Quality yang menunjukkan in control terdiri dua bagian yaitu; Pertama, Register dimana rentang poin kecacatan tidak melebihi batas atas peta kontrol (Upper Control Limit) yang bernilai 260,90 dengan rata-rata kecacatan (Average) sebesar 156,43. Kedua, Cetakan Ghosting dimana rentang poin kecacatan tidak melebihi batas atas peta kontrol (Upper Control Limit) yang bernilai 225,17 dengan rata-rata kecacatan (Average) sebesar 149,04.</p> 2022-08-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/waktu/article/view/5892 KONTRIBUSI GURU GEOGRAFI DALAM MITIGASI BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI 2022-07-06T16:56:10+07:00 Muhammad Malthuf m_malthuf@uinmataram.ac.id Muhammad Helmy Reza mhelmyreza@uinmataram.ac.id <p>Gunung Merapi merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia. Aktivitas vulkanik yang sangat aktif membutuhkan perhatian dari berbagai kalangan, salah satunya dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar kontribusi guru Geografi dalam mitigasi bencana erupsi gunung Merapi pada siswa Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di Kabupaten Sleman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru Geografi pada SMA Negeri di Kabupaten Sleman sebanyak 24 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur. Instrumen penelitian ini berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi guru Geografi dalam mitigasi bencana erupsi gunung Merapi pada siswa SMA Negeri di Kabupaten Sleman Sebagian besar berada pada kategori cukup yaitu 58 persen. Maka dapat disimpulkan bahwa kontribusi guru Geografi pada SMA Negeri di Kabupaten Sleman cenderung cukup. Hal ini disebabkan karena tidak semua guru Geografi mengajarkan secara mendalam mengenai bencana gunung Merapi pada siswa SMA Negeri, bahkan hanya sebagian saja yang secara produktif mengajarkan mengenai bencana gunung Merapi pada siswa, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.</p> 2022-08-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/waktu/article/view/4682 KAJIAN POLA AKTIVITAS MASYARAKAT PADA RUANG TERBUKA PUBLIK DI KAWASAN ALUN-ALUN LAMONGAN 2021-12-13T03:59:40+07:00 Virda El Fajriani nuurlaily_rukmana@unipasby.ac.id Siti Nuurlaily Rukmana Rukmana nuurlaily_rukmana@unipasby.ac.id <p>Alun-Alun Lamongan merupakan ruang terbuka publik di Kabupaten Lamongan dengan luas 2,5 Ha. Terdapat berbagai macam aktivitas, tetapi kurang optimalnya aktivitas pemanfaatan ruang yang terjadi di beberapa ruang dalam mewadahi fungsi dan aktivitas masyarakat sesuai dengan tujuan yang dicanangkan. Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik wilayah kawasan alunalun dan mengetahui pola aktivitas masyarakat di kawasan alun-alun. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis placed centered mapping. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan lahan di alun-alun meliputi area bermain, area olahraga dan area atraksi fisik sedangkan penggunaan lahan di kawasan alun-alun meliputi area pemerintahan, area pendidikan, area perdagangan dan jasa, area kesehatan dan area peribadatan. Pola aktivitas yang terjadi di alun-alun yaitu bermain, olahraga, duduk/istirahat, berjalan dan wisata. Aktivitas masyarakat yang dominan di sore hari yaitu olahraga, bermain, wisata dan berjalan sedangkan pada hari libur aktivitas masyarakat yang dominan yaitu olahraga dikarenakan adanya acara MINCE yaitu minggu ceria yang diadakan setiap hari minggu.</p> 2022-08-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/waktu/article/view/5415 KARAKTERISTIK DAMPAK MULTIRISIKO BENCANA KABUPATEN TUBAN 2022-04-16T16:17:42+07:00 Moch Shofwan shofwan.moch@unipasby.ac.id Indri Suryawati shofwan.moch@unipasby.ac.id Annisa B. Tribhuwaneswari annisab.t@unipasby.ac.id <p>Kabupaten/Kota memiliki peran penting dalam hal manajemen bencana dan pengurangan risiko bencana, dengan segala kapasitasnya baik sumberdaya manusia maupun sumberdaya anggarannya. Analisis dampak multirisiko bencana tersebut digunakan Pemerintah Kabupaten/Kota sebagai salah satu dasar dalam perencanaan kabupaten/kota dengan tujuan tercapainya pembangunan fisik dan non fisik yang optimal. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua tahapan yaitu (1) analisis deskriptif matematis berdasarkan dampak multirisiko bencana, dan (2) deskriptif eksploratif berdasarkan matriks dampak multirisiko bencana. Berdasarkan hasil penelitian bahwa karakteristik dampak multirisiko bencana dapat diketahui berdasarkan kejadian bencana kemudian dilakukan perhitungan secara matematis berdasarkan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana sehingga diketemukan penggolongan tiap wilayah dan tiap jenis bencana. Sedangkan matriks dampak multirisiko bencana di semua kecamatan yang ada di wilayah administratif Kabupaten Tuban masuk kategori zona hijau, kuning, dan merah.</p> 2022-08-03T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 WAKTU: Jurnal Teknik UNIPA