PENGARUH TEMPAT PEMBESARAN KOLAM TERPAL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN BELUT (MONOPTERUS ALBUS)

Kolam terpal, pertumbuhan Ikan Belut (Monopterus albus)

 Abstract views: 109

Authors

  • Diah Karunia Binawati Universitas PGRI Adi Buana
  • Subakir Subakir Universitas PGRI Adi Buana

DOI:

https://doi.org/10.36456/wahana.v55i2.1386

Abstract

Budidaya ikan belut sebenarnya tidak sulit dan juga tidak mahal, masyarakat yang memiliki lahan sempitpun dapat memelihara ikan belut. Secara teknis budidaya dan pemeliharaan ikan belut (Monopterus albus) hanya memerlukan perhatian dalam memilih tempat atau lokasi budidaya, pembuatan kolam, media pemeliharaan, memilih benih, perkembangbiakan belut, penetasan, makanan dan kebiasaan makan serta hama. Disisi lain peternak ikan belut juga harus memperhatikan tata cara panen, pasca panen, dan pemasaran. 
Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan belut sawah yang berumur 3 bulan. Adapun sampel yang digunakan adalah ikan belut sawah yang berumur 3 bulan yang diperoleh secara acak dari peternak ikan belut di Sengkaling Malang, sejumlah 3 kg. Penelitian ini menggunakan analisis statistika uji T. Hasil perhitungan dengan Uji T menunjukkan bahwa t hitung > t (0,05%), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada perbedaan bobot awal dan bobot akhir ikan belut setelah dipelihara di dalam kolam terpal selama 30 hari, dengan rata-rata penambahan bobot ikan belut sebesar 2,14 gram.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2010-12-01

Issue

Section

Artikel