PENERAPAN SISTEM KEUANGAN DIGITAL DAN RISIKO KORUPSI TERHADAP TRANSPARANSI SERTA AKUNTABILITAS LAPORAN KEUANGAN PADA PT PERTAMINA (PERSERO)
DOI:
https://doi.org/10.36456/re7t8y51Keywords:
Korupsi , Transparansi, Akuntabilitas, BlockchainAbstract
Korupsi menjadi masalah serius di Indonesia yang menghalangi perkembangan dan mengurangi kepercayaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penerapan sistem keuangan digital serta kemungkinan risiko korupsi yang muncul, terkait dengan transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, data dikumpulkan dari tinjauan literatur yang mencakup jurnal ilmiah, artikel, dan laporan berita. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teknologi seperti Sistem Informasi Manajemen Keuangan, Kecerdasan Buatan (AI), dan blockchain dapat meningkatkan efisiensi, keakuratan waktu nyata, dan pengawasan masyarakat dalam pengelolaan anggaran. Namun, digitalisasi juga membawa risiko baru seperti serangan siber, manipulasi data, dan penyalahgunaan algoritma yang kompleks. Selain itu, keberhasilan implementasi teknologi digital memerlukan dukungan regulasi yang memadai, pengawasan yang berkelanjutan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Sebagai kesimpulan, keberhasilan sistem keuangan digital dalam mengatasi korupsi sangat bergantung pada bagaimana teknologi canggih diintegrasikan dengan penguatan pengendalian internal, keamanan siber, serta pengembangan integritas dan literasi digital bagi sumber daya manusia yang terlibat.




