ANALISIS PERHITUNGAN BIAYA TAGIHAN DAN AKUNTANSI PENJUALAN ENERGI LISTRIK PASCABAYAR DAN PRABAYAR PADA PT PLN UNIT PELAKSANA PELAYANAN PELANGGAN (UP3) SURABAYA BARAT

Authors

  • Nia Ade Hariatin Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Sugijanto Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36456/jsbr.v2i1.3425

Keywords:

Biaya Tagihan, Akuntansi Penjualan, Listrik Pascabayar, Listrik Prabayar

Abstract

Tujuan riset ini untuk mengetahui cara menghitung biaya tagihan energi listrik pra bayar serta pasca bayar, pengakuan dan pencatatan penjualan energi listrik pra bayar dan pasca bayar, kesesuaian pengakuan dan pencatatan penjualan energi listrik pra bayar dan pasca bayar di PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surabaya Barat dengan PSAK No 23. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode interview, dan dokumentasi. Analisis data memakai deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa pelanggan  pra bayar wajib membayar lebih dulu energi listrik yang akan dipakai dengan meisi pulsa. Pada pelanggan pascabayar bisa membayar saat terbit surat tagihan atas pemakaian energi listrik. PT PLN (Persero) UP3 Surabaya Barat menjalankan pengakuan dan pencatatan yang tidak sama pada penjualan energi listrik pra bayar dan pasca bayar. Energi listrik pra bayar memakai pengakuan dan pencatatan dengan metode cash basis yakni melakukan pengakuan secara langsung kas yang didapat saat customer membeli token. Pengakuan dan pencataan energi listrik pasca bayar yang dijalankan dengan metode accrual basis yaitu kas diakui saat customer telah membayar tagihan listrik. Pengakuan dan pencatatan yang dijalankan oleh PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surabaya Barat telah sesuai dengan PSAK No 23 Tahun 2012  tentang Pendapatan.

Downloads

Published

2021-03-27

Issue

Section

Articles