STREET FOOD SEBAGAI WARISAN LOKAL DALAM BALUTAN MODERNITAS: STUDI BANDING SURABAYA & BUSAN-KOREA SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.36456/JBN.vol7.no2.10250Keywords:
street food, kuliner, budaya, pariwisataAbstract
Street food tidak hanya sekadar sajian kuliner pinggir jalan, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai budaya, identitas lokal, serta dinamika sosial yang hidup di tengah masyarakat urban. Penelitian ini membandingkan fenomena street food di dua kota pelabuhan besar di Asia, yaitu Surabaya (Indonesia) dan Busan (Korea Selatan), yang masing-masing memiliki kekhasan budaya serta tantangan dan peluang dalam menghadapi arus modernisasi dan globalisasi. Dengan menggunakan metode kualitatif studi pustaka, penelitian ini mengkaji bagaimana street food bertransformasi dari tradisi lokal menjadi bagian dari identitas kota yang modern dan menarik secara visual maupun ekonomi. Di Surabaya, street food hadir sebagai hasil akulturasi budaya lokal dengan elemen modern, sedangkan di Busan, street food mencerminkan efisiensi dan estetika khas Korea. Hasil penelitian menunjukkan bahwa street food di kedua kota tidak hanya menjadi daya tarik kuliner, tetapi juga menjadi strategi penguatan ekonomi lokal dan promosi budaya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Budaya Nusantara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











