PERAN GASTRODIPLOMASI DALAM MEMPERKENALKAN IDENTITAS NASIONAL MELALUI INDONESIA SPICE UP THE WORLD

Authors

  • Anisa Fiamanilla Universitas Negeri Surabaya, Kota Surabaya
  • Astadewi Saraswati Universitas Negeri Surabaya, Kota Surabaya
  • Trianisa Nur Safitri Universitas Negeri Surabaya, Kota Surabaya
  • Fajriyah Auliyah Asistiyah Shafirah Universitas Negeri Surabaya, Kota Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36456/JBN.vol8.no1.10684

Keywords:

Gastrodiplomasi, Identitas Nasional, Indonesia Spice Up The World, Kuliner

Abstract

Gastrodiplomasi merupakan bentuk pengenalan budaya melalui makanan yang diperkenalkan secara global. Gastrodiplomasi dapat digunakan sebagai sarana dalam mengenalkan identitas negara Indonesia melalui kuliner yang ada. Program yang mendukung hal tersebut ialah program Indonesia Spice Up The World. Penelitian ini mengkaji ilmu dengan metode kualitatif analisis deskriptif dengan desain penelitian studi kasus yang bertujuan memberikan wawasan tentang peran gastrodiplomasi dalam memperkenalkan identitas nasional melalui Indonesia Spice Up The World. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat terhadap pentingnya memperkenalkan budaya dan identitas nasional suatu negara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman rempah-rempah dan masakan khasnya, yang menunjukkan kekayaan budaya dan sejarah negara tersebut. Secara keseluruhan, identitas nasional Indonesia dipromosikan secara signifikan di tingkat global melalui diplomasi makanan melalui "Indonesia Spice Up the World". Peran Gastrodiplomasi terhadap pengenalan identitas nasional juga sangat berpengaruh besar, lewat Gastrodiplomasi suatu negara dapat dengan mudah memperkenalkan kebudayaan mereka ke negara lainnya, lewat hal ini suatu negara dapat membangun identitas nasional mereka dengan cepat termasuk juga Indonesia.

Downloads

Published

2025-09-28

How to Cite

PERAN GASTRODIPLOMASI DALAM MEMPERKENALKAN IDENTITAS NASIONAL MELALUI INDONESIA SPICE UP THE WORLD. (2025). Jurnal Budaya Nusantara, 8(1), 49-58. https://doi.org/10.36456/JBN.vol8.no1.10684