KAJIAN TERHADAP UPACARA PIONG WODOR DALAM HUBUNGAN DENGAN SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA PADA MASYARAKAT NAMANGKEWA

Authors

  • Elisabeth Erlin Universitas Muhammadiyah Maumere

DOI:

https://doi.org/10.36456/JBN.vol8.no2.11169

Keywords:

Piong Wodor, Mahe Watu Mahang Uluh Higun;, Masyarakat Namang Kewa, Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kearifan Lokal, Ritual Adat, Nilai Religius.

Abstract

Kajian ini membahas upacara adat Piong Wodor dalam kaitannya dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa pada masyarakat Namang Kewa, khususnya melalui konsep sakral yang dikenal sebagai Mahe Watu Mahang Uluh Higun yang terletak di dalam rumah. Piong Wodor merupakan salah satu ritual adat penghormatan kepada arwah leluhur yang masih dipraktikkan dan mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Namang Kewa. Dalam tradisi ini terdapat ungkapan dalam bahasa Sikka, yaitu “eat naha piong tinut naha tewok”, yang bermakna bahwa setiap aktivitas makan dan minum harus selalu disertai dengan ingatan dan penghormatan kepada leluhur melalui pemberian sesaji. Istilah piong sendiri berasal dari bahasa Sikka yang berarti memberi makan leluhur sebagai bentuk persembahan kepada anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Pelaksanaan ritual Piong Wodor dilakukan di mahe, yaitu media sakral berupa batu yang diyakini sebagai tempat perantara hubungan antara manusia dengan leluhur dan Tuhan. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini menelaah makna simbolik, fungsi religius, serta nilai ketuhanan yang terkandung dalam upacara Piong Wodor. Hasil kajian menunjukkan bahwa ritual ini mencerminkan pengakuan masyarakat Namang Kewa terhadap keberadaan Tuhan Yang Maha Esa, yang diwujudkan melalui penghormatan terhadap leluhur, rasa syukur, serta kesadaran akan hubungan spiritual antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Dengan demikian, upacara Piong Wodor tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mengandung nilai-nilai yang sejalan dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila.

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

KAJIAN TERHADAP UPACARA PIONG WODOR DALAM HUBUNGAN DENGAN SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA PADA MASYARAKAT NAMANGKEWA. (2026). Jurnal Budaya Nusantara, 8(2), 105-112. https://doi.org/10.36456/JBN.vol8.no2.11169