PHILOSOPHICAL, ETHICAL, AND AESTHETIC: Values in Shadow Puppet Theatre (Wayang) Performance
DOI:
https://doi.org/10.36456/JBN.vol1.no1.281Abstract
Pertunjukan wayang sering dipandang sebagai bahasa simbol kehidupan yang lebih spiritual daripada yang tampak di alam. Konsepsi implisit dalam pawayangan meliputi sikap atau pandangan tentang esensi kehidupan, asal dan tujuan hidup, hubungan antara manusia dengan Tuhan, hubungan antara satu orang dan yang lain, dan hubungan antara manusia dan alam. Sebuah studi tentang nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam pagelaran wayang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai aspek yang berbeda yaitu: Aspek Metafisik, aspek etis, aspek epistemologis, dan mistisisme. Aspek metafisik mengambil sebagai titik awal keberadaan manusia dan alam sebagai entitas nyata yang dapat ditangkap oleh panca indera. Aspek etika mencoba untuk memahami mengapa kita harus mengikuti prinsip-prinsip moral tertentu, atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab terhadap berbagai prinsip-prinsip moral. Aspek epistemologis, menghadapi banyak pengetahuan yang perlu diuji, dengan harapan bahwa jika kita menemukan kebenaran dari suatu pengetahuan yang akan meningkatkan derajat kepastian dan akhirnya tingkat keyakinan kebenaran. Total pemahaman Spiritual Mistisisme adalah suatu kedekatan dan penuh emosi dalam keberadaan realitas mutlak yang penuh rahasia. Sehingga pertunjukan wayang kulit adalah suatu pertunjukan yang lebih dari sekedar sebuah pertunjukan, melainkan memberi makna bagi kehidupan masyarakat.References
Abdullah.
1971 August 1971. “Simbolik dalam Dewarutji dan Psikologi Yung”, paper
presented at Pusat Pewajangan Indonesia in Teater Arena
Pusat Kesenian Djakarta, Taman Ismail Marzuki, 3 August 1971.
Adhikara sp.
1984 Unio Mystica Bima. Bandung : ITB
Ciptoprawiro, Abdullah.
1986 Filsafat Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.
Ciptoprawiro, Abdullah.
1988 Makna Widya Pandawa Moksa, in a special edition of Gatra;
70-72.
Diwati, Retno.
1988 "Tinjauan Filosofis dan Serat Dewaruci". Dissertation for Literature
Degree. Jakarta, Faculty of Letters, Universitas Indonesia.
De Yong. S.
1976 Salah satu Sikap Hidup Orang Jawa. Yogyakarta, Yayasan Kanisiuss.
Magnis-Suseno, FranZ.
1982 Kita dan Wayang, Jakarta : Leppe- nas.
Magnis-Suseno, FranZ.
1984 Etika Jawa. Jakarta : Gramedia.
Mangkunagara VIII, K.G.P.A.A.
1933 "Over Wayang Kulit Purwa in het algemen en over de daarin
voorkomende Symbolische en Mystie ke Elementen”. Djawa Maga-
zine: 89-95.
Mangkunagara VIII, K.G.P.A.A.
1957 On the Wajang Kulit (Purwa) and it its Symbolic and Mystical
Elements Translated from Dutch by Claire Holt. New York:
Cornell University Press.
Mulder, Niels.
1983 Kebatinan dan Hidup sehari-hari Orang Jawa. Jakarta:
PT Gramedia.
Poedjawijatna, I.R.
1983 Manusia dengan alamnya. Filsafat Manusia. Jakarta Bina Aksara.
Sastroamidjojo, A. Seno.
1964 Renungan tentang Pertunjukan Wajang Kulit. Djakarta: Kinta.
Sastroamidjojo, A. Seno.
1967 Dewa Rutji. Djakarta; Kinta.
Soebardi, S.
1975 The Book of Cabolek. The Haque: Martinus Nijhof
Soetarno.
1977 "Le Role de La Musique dans Les Arts du Spectacle a Java"
These de Doctorat detroisieme cycle. Paris: Universite Paris VII
Soetarno.
1988 "Aspek filsafat dalam Pakeliran" Paper for Tenaga teknis Pamong
Kesenian Depdikbud.
Soetarno.
1988 "Perspektif Wayang dalam Era Modernisasi" Surakarta:
ASKI Surakarta.
Soetarno.
1988 "Unsur-unsur Estetis dalam Pedalangan Wajang Kulit Jawa Tengah"
Surakarta: ASKI Surakarta.
Soetarno.
2005 Pertunjukan Wayang dan Makna Simbolis. Surakarta : STSI Press.
Soetarno.
2010 Teater Wayang Asia . Surakarta : ISI Press.
Soetarno, Sarwanto.
2010 Pertunjukan Wayang dan Perkembangannya Surakarta : ISI Press.
Sri Mulyono,.
1979 Simbolisme dan Mistikisme dalam Wayang.
Jakarta: Gunung Agung.
sutrisno, slamet., kasidi h., purwadi, joko
Siswanto., Mikka W.N, Iva Ariani .
2009 Filsafat Wayang. Yogyakarta : Sena Wangi.
Surahardjo, Y.a.
1983 Mistisisme. Suatu Introduksi di dalam Usaha Memahami Gejala
Mistik Termasuk yang ada di Indonesia. Jakarta: Pradnya
Paramita.
Suyanto.
2009 Nilai Kepemimpinan Lakon Wahyu Makutharama.
Surakarta: ISI Press.
Tanoyo, R.
1979 Bima Suci. Jakarta: Balai Pustaka.
Trimurti, S.K.
1979 "Serat Dewaruci dan Pengertian Sufisme di Dalamnya"
Warta Wayang 3 (1979): 12-15.











