MAKNA FILOSOFIS BUDAYA LINGKO SEBAGAI JARINGAN SOSIAL PERSPEKTIF CLIFFORD GEERTZ
Abstrak, Kata Kunci, PENDAHULUAN, Metode Penulisan, Pengertian Budaya Lingko, Pembagian Lingko, Riwayat Clifford Geertz, Refleksi Filosofis Budaya Perspektif Clifford Geertz, Budaya Lingko Sebagai Jaringan Sosial Perspektif Clifford Geertz, KESIMPULAN, DAFTAR PUSTAKA
DOI:
https://doi.org/10.36456/JBN.vol7.no1.9809Keywords:
Refleksi, Budaya Lingko, Persatuan, Nilai KemanusiaanAbstract
Fokus tulisan ini ingin mengkaji refleksi filosofis mengenai budaya lingko sebagai jaringan sosial perspektif Clifford Geertz. Budaya lingko merupakan sistem pembagian lahan berbentuk jaring laba-laba yang menekankan hubungan sosial dan ekologi. Melalui pendekatan interpretatif Geertz, ingin menyatakan bahwa budaya lingko tidak hanya sebuah pembagian lahan tetapi dibalik interpretatif lingko menyoroti nilai-nilai kemanusiaan secara kolektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa struktur sosial lingko tidak hanya berfungsi untuk mengatur sumber daya, tetapi juga memperkuat nilai-nilai solidaritas dan kebersamaan bahkan mereka menciptakan ruang bagi interaksi sosial yang mendalam dan pembentukan identitas. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang menitikberatkan pada refleksi filosofis budaya lingko berdasarkan perspektif Clifford Geertz. Konsekuensi dari pemahaman ini mengajak kita untuk mempertimbangkan pentingnya melestarikan tradisi seperti lingko dalam menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi, yang sering kali mengancam jaringan sosial yang telah terjalin selama berabad-abad. Karena itu, refleksi filosofis ini tidak hanya memperkaya kajian antropologi, tetapi juga menawarkan wawasan bagi upaya pelestarian budaya lokal.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Budaya Nusantara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











