Analisis Keberadaan Proyek Pembangunan Trotar Jalan Perkotaan Kabupaten Sidoarjo Terhadap Peningkatan Suhu Permukaan
DOI:
https://doi.org/10.36456/3mnp3t64Keywords:
arahan pengendalian, nvivo, proyek, trotoarAbstract
Kabupaten Sidoarjo memiliki sebuah proyek pembangunan trotoar pada jalan perkotaan pada tahun 2023. Panjang trotoar pada proyek ini yaitu sebesar 1.207 m yang dimulai dari perempatan Jalan Irian Jaya, Jalan Raya Ponti, dan Jalan Pahlawan. Lebar trotoar berkisar antara 2,5 meter hingga 8 meter dengan tinggi trotoar 0,41 m. Proyek revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas jalur pejalan kaki dan menambah beberapa fasilitas baru. Meskipun demikian, proyek revitalisasi ini memiliki dampak berupa penebangan 74 pohon di sepanjang trotoar, yang berpotensi meningkatkan suhu permukaan karena berkurangnya vegetasi. Tujuan penelitian adalah mengetahui arahan pengendalian terhadap peningkatan suhu permukaan akibat proyek pembangunan trotoar jalan perkotaan Kabupaten Sidoarjo. Penelitian menggunakan analisis mix method dan analisis matrix coding query menggunakan Nvivo. Hasil penelitian menunjukkan arahan pengendalian peningkatan suhu permukaan berdasarkan persepsi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA), Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo, dan Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Sidoarjo mencakup kebijakan dengan persentase sebesar (40%). Kebijakan pada masing-masing dinas meliputi penggunaan produk dalam negeri yang ramah lingkungan, penghijauan, petugas pengatur lalu lintas pada jam sibuk, dan perizinan dalam pelaksanaan proyek pembangunan. Arahan yang paling sering disebutkan setelah kebijakan adalah penanaman vegetasi (23%) dan daur ulang (13%). Berjalan kaki, bersepeda, kerja sama stakeholder, hemat energi, serta transportasi umum menjadi arahan yang paling sedikit disebutkan oleh masing-masing dinas yaitu (1-9%). Arahan yang paling banyak disebutkan adalah kebijakan yang artinya kebijakan merupakan prioritas utama arahan pengendalian berdasarkan persepsi dinas. Sedangkan arahan pengendalian peningkatan suhu permukaan berdasarkan persepsi masyarakat Kelurahan Jati, masyarakat Kelurahan Magersari, dan masyarakat Kelurahan Pagerwojo mencakup penanaman vegetasi, dengan persentase sebesar 33%. Arahan pengendalian selanjutnya yang banyak disebutkan adalah daur ulang dan hemat energi, masing-masing sebesar (28%). Sementara itu, arahan yang paling sedikit disebutkan adalah transportasi umum (7%), serta berjalan kaki dan hemat air (2%). Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih menekankan pada upaya yang langsung dapat mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari daripada arahan yang memerlukan perubahan sistem yang lebih besar.
References
Abdullah, S., & Barua, D. (2022). Combining Geographical Information System (GIS) and machine learning to monitor and predict vegetation vulnerability: An Empirical Study on Nijhum Dwip, Bangladesh. Ecological Engineering, 178, 106577. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ecoleng.2022.106577
Bandur, A. (2019). Penelitian Kualitatif Studi Multi Disiplin Keilmuan dengan NVivo 12 plus. Mitra Wacana Media.
Dalimunthe, Q. K., & Susetyarto, M. B. (2024). Kerusakan Trotoar di Kota Bogor: Implikasi bagi Keselamatan dan Kenyamanan Pejalan Kaki. Metrik Serial Teknologi Dan Sains, 5(2), 48–56.
Glavinich, T. E. (2008). Contractor’s guide to green building construction. Jhon Wiley &.
Hasibuan, M. R. R. (2023). Manfaat Daur Ulang Sampah Organik dan Anorganik untuk Kesehatan Lingkungan. 1–11.
Pane, I., Hadju, V. A., Maghfuroh, L., Akbar, H., Simamora, R. S., Lestari, Z. W., Galih, A. P., Wijayanto, P. W., Waluyo, Uslan, & Aulia, U. (2022). Desain Penelitian Mixed Method (N. Saputra (ed.); Issue November). Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Tulandi, D. A. (2022). Perbandingan Suhu Pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan non RTH di Area Megamas Manado. Charm Sains: Jurnal Pendidikan Fisika, 3(1), 50–54. https://doi.org/10.53682/charmsains.v3i1.152
Wong, M. M. F., Fung, J. C. H., & Yeung, P. P. S. (2019). High-Resolution Calculation of The Urban Vegetation Fraction in The Pearl River Delta from The Sentinel-2 NDVI for Urban Climate Model Parameterization. Geoscience Letters, 6(2), 1–10. https://doi.org/10.1186/s40562-019-0132-4
Zaki, A., Purwanto, B. M., Sugiyanto, C., Fatmawati, D., Sulistyaningrum, E., Bastian, I., Hartono M., J., Saputro, J. A., Sholihin, M., Hanafi, M. M., Kuncoro, M., Sivilokonom, N. I., Winardi, R. D., Rostiani, R., Nastiti, R. T., Suyanto, & Ciptono, W. S. (2018). Metode Pengumpulan Dan Teknik Analisis Data. In J. Hartono M. (Ed.), Repository STIE YKPN Yogyakarta. Penerbit Andi.
Zeng, Y., Hao, D., Huete, A., Dechant, B., Berry, J., Chen, J. M., Joiner, J., Frankenberg, C., Bond-Lamberty, B., Ryu, Y., Xiao, J., Asrar, G. R., & Chen, M. (2022). Optical vegetation indices for monitoring terrestrial ecosystems globally. Nature Reviews Earth & Environment, 3(7), 477–493. https://doi.org/10.1038/s43017-022-00298-5










