Analisis Preferensi Masyarakat dan Strategi Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Industri Studi Kasus Kecamatan Gresik 

Authors

DOI:

https://doi.org/10.36456/8key5943

Keywords:

Kelembagaan, Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau,, Tata Guna Lahan

Abstract

Kecamatan Gresik menghadapi ketidakseimbangan antara kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH) dan perkembangan industri yang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk memunculkan faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi pengelolaan RTH, dengan mempertimbangkan karakteristik preferensi masyarakat dan tata guna lahan di wilayah Kecamatan Gresik. Data primer berupa kuesioner dan wawancara, serta data sekunder dari dokumen tata ruang dan laporan pembangunan, Metode penelitian menggunakan Content Analysis, Delphi Analysis, dan Analisis Spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi masyarakat terhadap RTH mencakup fungsi ekologis, estetika, sosial-budaya, dan ekonomi, dengan mayoritas responden mengutamakan RTH sebagai ruang rekreasi. Namun, hanya 15% dari luas wilayah yang memenuhi kriteria RTH publik, jauh di bawah standar nasional. Rekomendasi strategi mencakup kebijakan zonasi, peningkatan aksesibilitas RTH, dan edukasi masyarakat untuk meningkatkan keberlanjutan pengelolaan RTH.

Author Biography

  • Putra Pandu Purwoko, Universitas Terbuka

    Alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Terbuka. Fokus kajian dan penelitiannya meliputi perencanaan tata ruang, pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH), serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan wilayah.

References

Aram, F., Solgi, E., & Holda, A. K. (2019). Urban green spaces: A systematic review of challenges and benefits. Urban Forestry & Urban Greening, 43(2), 126-134. https://doi.org/10.3390/su16125000

Badan Pusat Statistik Kabupaten Gresik. (2022). Laporan pembangunan ekonomi Kabupaten Gresik. BPS Gresik.

Berelson, B. (1952). Content analysis in communication research. New York, NY: Free Press.

Fatah, A., Nugraha, R., & Haniah, N. (2015). Pengaruh ruang terbuka hijau terhadap nilai properti di perkotaan. Jurnal Ekonomi Kota, 12(2), 45-56.

[5] Janis, I. (1949). A study on the usage of content analysis for theoretical implications. New York, NY: Macmillan.

[6] Kementerian Pekerjaan Umum. (2008). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5/PRT/M/2008 tentang pedoman penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.

[7] Kristanto, I. (2002). Dampak pencemaran industri terhadap lingkungan di kawasan perkotaan. Jurnal Teknologi Lingkungan, 7(1), 23-34.

[8] Li, Z., Zhang, Q., & Tang, Y. (2016). Urban green space and air pollution mitigation: A case study in China. Environmental Science Journal, 45(4), 567-578. https://doi.org/10.3390/ijerph21111452

[9] Linstone, H. A. (1986). The Delphi method: Techniques and applications. Journal of Technology Forecasting and Social Change, 28(1), 63–75.

[10] Mawardah, N., & Mutfianti, A. (2013). Ruang terbuka hijau: Solusi pengendalian lingkungan di perkotaan. Jurnal Perencanaan Kota, 8(3), 101-112.

[11] Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

[12] Puspitasari, S. (2014). Peran ruang terbuka hijau dalam meningkatkan interaksi sosial di lingkungan perkotaan. Jurnal Sosiologi Perkotaan, 9(1), 88-97.

[13] Rigolon, A., & Christensen, J. (2023). Urban green space and public health in industrialized cities. Urban Studies Review, 60(1), 102-120. https://doi.org/10.3390/su16125000

[14] Setiawan, D. (2015). Desain lanskap perkotaan untuk peningkatan kualitas ruang terbuka hijau. Jurnal Arsitektur Lanskap, 6(2), 56-67.

[15] Threlfall, C. G., Kendal, D., & Hochuli, D. F. (2017). The importance of urban green spaces for biodiversity. Biological Conservation, 214(1), 10-16. https://doi.org/10.3390/su16125000

[16] Turner, W. R., Nakamura, T., & Dinetti, M. (2004). Global urbanization and the separation of humans from nature. BioScience, 54(6), 585-590. https://doi.org/10.1641/0006-3568(2004)054[0585:GUATSO]2.0.CO;2

[17] Widjaya, A. (1982). Prinsip-prinsip content analysis dan aplikasinya dalam penelitian komunikasi. Jurnal Komunikasi, 4(1), 33–45.

[Zhishan, L. (2011). Vegetation coverage and urban heat islands: A case study in Asian megacities. Environmental Research, 65(3), 245-253. https://doi.org/10.1016/j.envres.2011.01.002

Downloads

Published

2025-10-28