Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Masyarakat untuk Tetap Bermukim di Kawasan Rawan Banjir: Studi di Sekitar Kali Angke
DOI:
https://doi.org/10.36456/kzznz770Keywords:
Faktor tetap bermukim, Permukiman beresiko banjir, Permukiman tepi sungaiAbstract
Banjir di Kota Tangerang, khususnya di Kelurahan Pedurenan dan Pinang, telah terjadi berulang sejak tahun 2002 akibat luapan Kali Angke dengan ketinggian air mencapai 50–150 cm. Meskipun berisiko, banyak warga tetap memilih bermukim di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi masyarakat terhadap faktor-faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk tetap bermukim. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui penyebaran kuesioner skala Likert dan observasi lapangan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan perhitungan mean rank terhadap 14 indikator utama. Hasil penelitian menunjukkan tiga faktor utama yaitu interaksi sosial antarwarga (8.97), ketersediaan fasilitas kesehatan (8.81), dan keterjangkauan terhadap pusat kota (8.39). Interaksi sosial yang kuat mencerminkan solidaritas dan dukungan antarwarga saat banjir, sementara akses terhadap fasilitas kesehatan serta lokasi strategis dekat pusat kota mendukung kemudahan aktivitas ekonomi. Dengan demikian, keputusan bermukim tidak hanya dipengaruhi faktor fisik, tetapi juga ikatan sosial dan ekonomi yang memperkuat keterikatan masyarakat terhadap lingkungan tinggalnya.
References
[1] A. R. Nugroho, R. Kumalawati, N. Nasruddin, Y. P. Sari, and A. N. Pangaribuan, “Analisis Faktor Masyarakat Tetap Bertempat Tinggal di Kawasan Rawan Bencana Banjir,” Jurnal Penelitian Geografi, vol. 9, no. 2, pp. 88–95, 2021.
[2] A. Asrofi and D. S. Hadmoko, “Strategi Adaptasi Masyarakat Pesisir dalam Penanganan Bencana Banjir Rob dan Implikasinya terhadap Ketahanan Wilayah,” Jurnal Ketahanan Nasional, vol. 23, no. 2, pp. 125–144, 2017.
[3] A. W. Oktarian, “Kajian terhadap Problematika Kehidupan Masyarakat pada Lokasi Banjir Rob di Kota Semarang dalam Perspektif Pertanahan,” Disertasi Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, 2021.
[4] R. Balahanti, W. Mononimbar, and P. H. Gosal, “Analisis Tingkat Kerentanan Banjir di Kecamatan Singkil Kota Manado,” Spasial, vol. 11, no. 1, pp. 69–79, 2023.
[5] E. B. Mamangkej, J. Tjakra, and F. P. Sumanti, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Perumahan di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara,” TEKNO, vol. 21, no. 84, pp. 527–538, 2023.
[6] P. Haris, D. Rahmawati, and A. R. Sari, “Determinants of Settlement Preference in Flood-Prone Areas,” Journal of Regional and City Planning, vol. 34, no. 2, pp. 101–116, 2023.
[7] N. Pali and N. Nurdini, “Community Preference and Spatial Resilience in Urban Flood Areas,” IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, vol. 1230, no. 1, pp. 1–7, 2022.
[8] R. F. Rezita and S. Rahayu, “Faktor-faktor Pemilihan Lokasi Hunian Perumahan di Kecamatan Ungaran Barat,” Jurnal Teknik PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota), vol. 6, no. 3, pp. 143–152, 2017.
[9] Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Peta Terdampak Banjir Kota Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang, 2020.
[10] Kompas, “Luapan Kali Angke dan Kali Leduk Menggenangi Sebagian Tangerang,” Kompas.id, Feb. 2021. [Online]. Available: https://www.kompas.id/baca/metro/2021/02/20/luapan-kali-angke
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Roselin Vanisa Putri, Aphrodita Puspateja, Ratnawati Yuni Suryandari, Aditianata

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










