Analisis Spasial Kerentanan Multidimensi Terhadap Tanah Longsor di Kecamatan Tosari

Authors

  • I Made Satya Graha Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Indonesia
  • Prasetiyo Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Indonesia
  • Jhon Jhohan Kumara Dewa Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36456/wxwd5e83

Keywords:

kecamatan Tosari, Kerentanan Longsor, Sistem Informasi Geografis

Abstract

Tanah Longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, terutama pada wilayah dengan lereng curam dan curah hujan tinggi. Kecamatan Tosari menempati urutan pertama dengan kejadian tanah longsor terbanyak di Kabupaten Pasuruan, sehingga perlu dilakukan kajian terkait tingkat kerentanannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan longsor secara spasial berdasarkan aspek fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis Sistem Informasi Geografis melalui teknik overlay, skoring, dan pembobotan. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa tingkat kerentanan didominasi oleh kategori rendah sebesar 56% dan kategori sedang sebesar 44%. Distribusi kerentanan tersebut mencerminkan adanya variasi tingkat kerentanan antarwilayah yang berbeda di Kecamatan Tosari. Hal ini dipengaruhi oleh faktor fisik wilayah, pemanfaatan lahan, serta kondisi sosial masyarakat setempat.

References

[1] Z. B. P. J. Prihatini, “BMKG: Perubahan Iklim Picu Cuaca Ekstrem di Indonesia,” Kompas.com, 2025. https://lestari.kompas.com/read/2025/08/19/100742986/bmkg-perubahan-iklim-picu-cuaca-ekstrem-di-indonesia

[2] T. Arrisaldi, W. Wilopo, dan T. F. Fathani, “Landslide Susceptibility Mapping and Their Rainfall Thresholds Model in Tinalah Watershed , Kulon Progo District , Yogyakarta Special Region , Indonesia,” vol. 6, no. 2, hal. 112–118, 2021.

[3] BNPB, Data Bencana Indonesia 2024, vol. 3. Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2025.

[4] Pemerintah Kabupaten Pasuruan, “Longsor Kembali Terjadi di Tosari dan Gempol,” Pemerintah Kabupaten Pasuruan, 2022. https://www.pasuruankab.go.id/isiberita/longsor-kembali-terjadi-di-tosari-dan-gempol-

[5] Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Peraturan Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW ) Kabupaten Pasuruan Tahun 2009 - 2029. Indonesia, 2010, hal. 1–96.

[6] E. Akbar, “Longsor Sebabkan 3 Rumah Warga Baledono Rusak. Pemkab Pasuruan Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan,” Pemerintah Kabupaten Pasuruan, 2025. https://www.pasuruankab.go.id/isiberita/longsor-sebabkan-3-rumah-warga-baledono-rusak-pemkab-pasuruan-imbau-warga-tingkatkan-kewaspadaan

[7] M. Arifin, “Longsor Hantam 3 Kendaraan di Tosari Pasuruan, Truk Masuk Jurang,” DetikJatim, 2026. https://www.detik.com/jatim/berita/d-8380692/longsor-hantam-3-kendaraan-di-tosari-pasuruan-truk-masuk-jurang

[8] A. R. Yudha, “Analisis Potensi Penyebaran Longsor dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur,” UPN Veteran Jawa Timur, 2022. [Daring]. Tersedia pada: https://repository.upnjatim.ac.id/4598/

[9] J. Mulyawati, “Mitigasi Bencana Tanah Longsor Di Desa Wonokitri Kecamatan Tosari (Studi Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Bpbd) Kabupaten Pasuruan),” Universitas Brawijaya, 2019. [Daring]. Tersedia pada: https://repository.ub.ac.id/id/eprint/172457/

[10] Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Resiko Bencana. Indonesia, 2012.

[11] D. Ruslanjari, R. S. Permana, dan F. Wardhana, “Kondisi Kerentanan dan Ketahanan Masyarakat Terhadap Bencana Tanah Longsor di Desa Pagerharjo , Kecamatan Samigaluh , Kabupaten Berdasarkan Data dan Informasi Bencana Nglinggo Barat dan Nglinggo Timur juga wisata berupa Wisata Edukasi Kehidupan Bukit Ngis,” J. Ketahanan Nas., vol. 26, no. 1, hal. 23–39, 2020, [Daring]. Tersedia pada: http://dx.doi.org/ 10.22146/jkn.54415

[12] A. S. Lola Apriliani Dwiyanti, Aribowo, “Kerentanan Masyarakat Kampung 200 Terhadap Ancaman Tanah Longsor di Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Kota Bandung,” vol. 2, no. 2, hal. 131–150, 2020.

[13] S. Trisnafiah et al., “Spatial-Based Landslide Vulnerability Index Assessment in Bogor Area, Indonesia,” Geosfera Indones., vol. 9, no. 1, hal. 16, 2024, doi: 10.19184/geosi.v9i1.43643.

[14] J. B. Tuwonaung, P. H. Gosal, dan F. Warouw, “Analisis Tingkat Kerentanan Tanah Longsor Di Wilayah Perkotaan Tahuna Dengan Menggunakan Gis,” J. Perenc. Wil. dan Kota, vol. 6, no. 1, hal. 49–58, 2018.

[15] R. Widiastutik dan I. Bukhori, “Kajian Risiko Bencana Longsor Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo,” J. Pembang. Wil. Kota, vol. 14, no. 2, hal. 109, 2018, doi: 10.14710/pwk.v14i2.19258.

[16] Y. Park, A. M. S. Pradhan, U. Kim, Y. T. Kim, dan S. Kim, “Development and Application of Urban Landslide Vulnerability Assessment Methodology Reflecting Social and Economic Variables,” Adv. Meteorol., vol. 2016, 2016, doi: 10.1155/2016/4572498.

[17] A. R. Hamidi, P. Novo, dan J. Paavola, “Household flood resilience in the Nowshera district, Pakistan: A multidimensional analysis,” Int. J. Disaster Risk Reduct., vol. 116, no. December 2024, hal. 105124, 2025, doi: 10.1016/j.ijdrr.2024.105124.

[18] N. Afif, N. Hidayah, dan M. R. Utami, “ANALISIS RESILIENSI FINANSIAL : PERAN MODAL SOSIAL , SUMBER DAYA EKONOMI , DAN PERILAKU KEUANGAN,” vol. 14, hal. 285–294, 2025, doi: 10.34127/jrlab.v14i1.1346.

[19] K. Kong, Z. Deng, F. Chen, Z. Wang, dan Y. Chen, “Numerical analysis of the effect of vegetation root reinforcement on the rainfall-induced instability of loess slopes,” Sci. Rep., hal. 1–17, 2025, [Daring]. Tersedia pada: http://www.nature.com/scientificreports

Downloads

Published

2026-10-31