Evaluasi Kualitas Lingkungan Permukiman Kumuh di Bantaran Sungai Jangkok, Kota Mataram
DOI:
https://doi.org/10.36456/2z5dfc23Keywords:
Bantaran Sungai, Evaluasi Kualitas Lingkungan, Kota Mataram, Permukiman Kumuh, Sungai JangkokAbstract
Permukiman kumuh merupakan salah satu permasalahan perkotaan yang masih dijumpai di kawasan bantaran Sungai Jangkok, Kota Mataram. Kondisi permukiman yang padat, keterbatasan infrastruktur dasar, serta rendahnya kualitas lingkungan berpotensi menurunkan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas lingkungan permukiman kumuh di RT 06–07 Kampung Kebon Lelang berdasarkan tujuh indikator permukiman kumuh sesuai Permen PUPR Nomor 14 Tahun 2018. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods melalui analisis skoring kuantitatif yang dipadukan dengan observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan memperoleh skor total sebesar 20,8 dan termasuk dalam kategori kumuh sedang. Permasalahan utama terdapat pada aspek drainase, pengelolaan air limbah, persampahan, dan proteksi kebakaran, sedangkan penyediaan air minum telah memenuhi standar pelayanan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas kawasan perlu diprioritaskan pada penyediaan infrastruktur dasar dan penguatan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar penentuan prioritas penanganan permukiman kumuh pada skala lingkungan serta mendukung penyusunan kebijakan peningkatan kualitas permukiman di Kota Mataram.
References
[1] Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Jakarta, Indonesia, 2011.
[2] N. Listyaningrum, R. Philona, B. N. D. S., Sapoan, dan I. M. Suradana, “Pelaksanaan Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Permukiman (Studi di Kota Mataram),” Unizar Law Review, vol. 6, no. 1, 2023. doi: 10.36679/ulr.v6i1.27.
[3] I. Haryono, T. E. B. Soesilo, and H. Agustina, "Pengaruh Perilaku dan Kondisi Permukiman Masyarakat Terhadap Kualitas Air di Sungai Jangkok, Kota Mataram," Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, vol. 23, no. 1, pp. 73-83, Feb. 2024.
[4] A. Sonipratomo, et al., “Klasifikasi Tipologi Permukiman Berdasarkan Indeks Kualitas Lingkungan di Kelurahan Pejeruk Kota Mataram,” Krinok: Jurnal Arsitektur dan Lingkung Bina, vol. 9, no. 1, pp. 34–41, 2024.
[5] S. E. Hanina, R. H. Ramdani, M. Yundarisman, B. T. A. Tsani, L. M. G. Ranusman, and P. J. Putra, "Identifikasi Karakteristik Permukiman Kumuh di RT 08 Kawasan Permukiman Bantaran Sungai Jangkok," Krinok: Jurnal Arsitektur dan Lingkung Bina, vol. 3, no. 2, pp. 33–40, 2024.
[6] N. Nurokhman and A. Kurniawan, "Keterpaduan Program KOTAKU dalam Penataan Permukiman Kumuh di Bantaran Sungai Gajahwong," CivETech, vol. 1, no. 2, pp. 28–46, 2019.
[7] A. Rahadiati, N. A. Putri, and A. S. Hadi, “The Impact of Flooding on Settlement Along the Jangkok River Mataram, Indonesia,” IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, vol. 750, no. 1, 2021.
[8] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2018 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh. Jakarta, Indonesia, 2018.
[9] United Nations Human Settlements Programme (UN-Habitat), World Cities Report 2022: Envisaging the Future of Cities. Nairobi: UN-Habitat, 2022.
[10] J. W. Creswell and J. D. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, 5th ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2018.
[11] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pedoman Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh dan Pencegahan Permukiman Kumuh Perkotaan. Jakarta: Direktorat Jenderal Cipta Karya, 2020.
[12] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, Recycle (3R) melalui Bank Sampah. Jakarta: KLHK, 2020.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aliya Naisabila, Desta Yuniar Rizki, Adla Kurratu Laili, Aditiya Maulana, Lale Garjita Kusumaring Puji, Muhammad Iqbal Raissilki

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










